Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut (Ibrani 12:28)
Bersukacitalah karena domba yang hilang sudah ditemukan !
Ketika kita pertama kali membaca tentang Abraham, ia tinggal di kota Ur Kasdim, dengan ayahnya, Terah. Seperti semua kota-kota yang lain, mereka memiliki dewa resmi dan setiap keluarga memiliki kuil untuk dewa rumah tangga mereka masing-masing, seperti yang sekarang masih terjadi di India hari ini dengan jutaan dewa-dewa mereka. Meskpun demikian "Maha Tinggi Allah" menjadi Allah keluarga Abraham – dan Abraham mendengar suara-Nya. Itu adalah suatu tindakan yang mulia. Dan ini dimulai dari Tuhan Allah, bukan dari Abraham - dan dengan ini Allah Abraham telah melakukan memberikan sesuatu terobosan.
Allah telah menunjukkan kepedulian terhadap dunia. Ketika tidak ada seorangpun yang berusaha mencari Dia, Allah mencari mereka. Abraham bukan mencari Tuhan – mungkin tidak ada yang memberi tahu. Allah membuat Abraham menyadari siapa Allah itu dan kemudian memberinya petunjuk yang sederhana untuk meninggalkan Ur. Dia tidak mengatakan ke mana harus pergi, akan tapi Abraham berangkat. Alkitab menuliskan bahwa Abraham tinggal di tenda, jauh dari rumah dan jalan-jalan. Mengapa? Supaya paganisme, sikap dan kebiasaan warga kota Ur keluar dari jalan pemikiran dan kehidupannya. Abraham telah lahir dan dibesarkan di sebuah peradaban yang tidak mengenal Allah. Allah ingin Abraham untuk membersihkan dirinya dari segala sesuatu yang sudah melekat di dalam dirinya kecuali apa yang Tuhan Allah telah tunjukkan kepadanya. Dia menunjukkan masa depan yang melampaui harapannya sendiri dan menentukan masa depan bangsanya. Allah berfirman : "Aku akan menjadikan engkau suatu bangsa yang besar dan Aku akan memberkati engkau … dan melalui keluargamu semua keluarga di bumi akan diberkati."
Pada masa Abraham hidup, orang-orang hidup untuk diri mereka sendiri, mereka mempunya kebiasaan untuk memerangi orang-orang lain di sekitarnya. Ingatlah suatu hari nanti semua bangsa akan dihakimi. Kristus telah melukiskan sebuah drama besar di panggung dari seluruh alam semesta: Penghakiman Semua Bangsa. Mereka harus memberi pertanggunganjawaban mereka sendiri. Mata kepedulian Tuhan selalu dijalankan di seluruh permukaan bumi. Mengapa kita harus memiliki iman? Apakah untuk memberkati diri kita sendiri? Apakah untuk menjadi kaya dan makmur? Jika kita memiliki iman yang demikian, Allah akan memberikan itu. Akan tetapi satu hal harus kita inghat bahwa Dia memperkaya kita untuk memperkaya pula orang lain, untuk "membagikannya." Abraham sudah hidup pada tingkat itu. Biarlah tujuan Allah ini menjadi milik kita semua.
Tuhan Yesus Memberkati
Ayat yang dipergunakan :
| Kejadian 12:2-3 |
12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. |
| Matius 25:31-46 |
25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. |
| Lukas 15:6 |
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. |
| Ibrani 11:8-10 |
11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. |
| Ibrani 12:28 |
12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. |
| PAGI | Ulangan 3 dan Mazmur 85 |
| SORE | Yesaya 31 dan Wahyu 1 |

![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_a.png?x-id=a51c0cc1-6081-4d29-a798-551d34e46e32)