Karena dengan hati orang percaya kepada kebenaran, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:10)
Semakin rendah perlawanan hati kami kepada Firman Tuhan, semakin tinggi kuasa yang ada pada kami
Sekering adalah sesuatu benda yang terbuat Buy Flagyl ER Online Pharmacy No Prescription Needed dari logam, semacam kawat dari perak, yang berfungsi membatasi arus listrik hingga tingkat tertentu. Semakin rendah pembatasannya berarti konduktivitas atau penghantarannya semakin tinggi. Bila hal ini kita bawa dalam kontekstual spiritual berarti semakin rendah perlawanan kita kepada Firman Allah, semakin tinggi daya kuasa Allah disalurkan di dalam kehidupan kita. Semakin tinggi ketahanan dan ketaatan kepada Firman, semakin rendah pula aliran kuasa Allah dalam kehidupan kita. Sebuah sekering dengan tingkat ketahanan yang tinggi akan menghambat media untuk mendapatkan tenaga dan tinggal menunggu saatnya saja untuk meledak atau rusak. Jika kita menolak Firman Allah karena ketidakpercayaan kita, kuasa Allah tidak dapat datang dalam kehidupan kita. Jika kita berkata, bahwa kita percaya pada Firman tetapi tidak taat, itu sama artinya dengan kita meniadakan iman dalam hidup kita. Ini akan segera merusakkan sekering yang bersangkutan. Kuasa Allah akan menjadi sedikit saat Firman Allah hanya memberi arti yang kecil buat kita.
Kristen adalah agama yang sangat mengandalkan kuasa Tuhan Allah, atau bukan sesuatu yang bakal dianggap bila tidak. Dalam pemikiran yang bebas, seorang guru doktrin rasionalis selalu mengandalkan logika. Bandingkan dengan para rasul yang mengandalkan kekuatan Allah: "Dunia melalui kebijaksanaan tidak mengenal Allah, Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil." Penalaran adalah alat yang paling tidak pasti didalam hubungan pribadi yang penting terutamanya kepada Tuhan Allah kita. Ketika orang-orang beralih ke ilmu pengetahuan dengan deduksi filsafatnya untuk membenarkan iman keagamaan, ini adalah aneh. Ilmu pengetahuan tidak memiliki perlengkapan untuk mempelajari hubungan dengan Allah.
Bagaimana kita percaya, atau tidak percaya, pada seseorang ? Dengan matematika? Pernahkah kita merasa bahwa kita tidak bisa mempercayai seseorang, tetapi kita belum atau berani menyatakannya secara segera? Ini adalah firasat yang ada di dalam diri kita. Sebuah intuisi, sesuatu dalam diri yang lebih tinggi, sedang bekerja dan memicu untuk mematikan “alarm” peringatan ini. Tapi kita percaya pada orang lain untuk alasan yang sama … dan proses apakah ini yang sedang terjadi, kita mungkin tidak tahu. Naluri tidak pernah memperingatkan kita supaya hati-hati atau melawan terhadap Yesus. Ketika kita "menjadi lebih bijaksana" kepada-Nya, kita ingin mendekat. Mengetahui-Nya lebih baik, hati kita menjadi lebih hangat kepada-Nya. "Kami mengasihi Dia karena Dia lebih dahulu mengasihi kita." Apa orang belum percaya katakan tidak berarti lebih dari apa yang barometer kita katakan. Cara yang tepat dan satu-satunya cara yang mungkin adalah untuk mempercayai-Nya. Ingat: pusat efektif kehidupan yang benar … adalah hidup kita … adalah hati kita, bukan otak kita.
Tuhan Yesus Memberkati
AYAT YANG DIPERGUNAKAN :
|
Roma 10:10 |
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. |
| I Korintus 1:21 |
Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. |
| I Yohanes 4:19 |
Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. |
BACAAN ALKITAB SETAHUN :
| PAGI | Keluaran 22 dan Mazmur 110 serta 111 |
| SORE | Yesaya 49 dan Wahyu 19 |
Diterjemahkan dari Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke by Multimedia Team Bethany Fathers House Sidoarjo
