Oleh : Pdt. Abraham Alex T.
Ayat Bacaan : Yohanes 7:38-39
Saudara, Yesus dimuliakan setelah melalui proses penyaliban, kemudian dikuburkan dan pada hari yang ketiga Ia dibangkitkan. Setelah kebangkitanNya, Ia menampakkan diri kepada murid-muridNya selama 40 hari, lalu Ia naik ke sorga untuk dimuliakan. Dan 10 hari setelah Ia naik ke sorga, maka digenapilah apa yang dijanjikanNya yaitu diturunkanNya Roh Kudus sebagai penolong. Sejak itulah, bagi setiap orang yang mengaku Yesus sebagai juru selamat, bertobat dan dibaptiskan, maka Roh Kudus ada di dalam orang tersebut. Dan apabila kita ingin supaya aliran-aliran air hidup (Roh Kudus) bermanifestasi dalam kehidupan kita, maka kita harus mengalir bersama Roh Kudus. Hidup kita harus Buy Wellbutrin SR Online Pharmacy No Prescription Needed dipimpin oleh Roh Kudus sebab kita adalah anak Allah (Roma 8:14).
Saudara, untuk dapat tetap mengalir bersama Roh Kudus itu memang tidak mudah, karena pada umumnya manusia cenderung menggunakan kehendak bebasnya untuk menuruti keinginan dagingnya. Dan hal mengalir sepenuhnya bersama Roh Kudus itu tidaklah bisa sekaligus, tetapi melalui beberapa tahap, seperti tertulis dalam Yehezkhiel 47:3-5. Aliran sungai tersebut mengalir pada awalnya memang hanya sampai pada pergelangan kaki, tetapi kemudian semakin naik sampai ke lutut, ke pinggang dan pada akhirnya lebih tinggi dari kita, sehingga sanggup menghanyutkan dan membawa orang kemana saja aliran itu mengalir. Demikianlah kehidupan kita yang ingin dipimpin oleh Roh Kudus sepenuhnya. Pada mulanya kita masih bisa melawan aliran itu. Tetapi sejalan dengan pertumbuhan kerohanian kita, maka suatu saat kita tidak dapat menahan atau melawan aliran tersebut, sehingga kita mengikuti apa yang Tuhan kehendaki atas hidup kita.
Lalu, apakah dampaknya ketika kita sudah mulai hanyut dalam aliran Roh Kudus ? Kita akan melihat suatu perubahan yang luar biasa, seperti tertulis dalam Yehezkhiel 47:7-12 Apabila kuasa Roh Kudus itu bekerja dalam kehidupan kita, maka segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Asalkan kita tetap mengikuti kemana Roh Kudus memimpin kita, dan jangan sekali-kali mendukakan, melawan dan terlebih menghujat. Sebab apabila sampai kita menghujat Roh Kudus maka sia-sialah kita hidup, karena tidak ada pengampunan dalam kehidupannya (Markus 3:29).
Tuhan Yesus Memberkati.
