PERSEMBAHAN

PERPULUHAN :

Bank Central Asia ac. 822.030.4494
an. Tan Jen Mee

PEMBANGUNAN GEREJA

PAHLAWAN :
Bank Central Asia ac. 018.323.8601
an. Ellyzabet Novianti

PURI SURYA JAYA
Bank Mandiri ac. 141.000.844444.0
an. Hartono Yarman

KEGIATAN SEPEKAN

DOA PEMULIHAN :

FATHERS HOUSE PAHLAWAN :
7 SEPT 2011
19.00 - 20.00 : DOA MALAM

11 SEPT 2011 : IBADAH RAYA
I. 06.00 - 07.30 - Pdt. RUDY SALAM
II. 08.00 - 09.30 - Pdt. RUDY SALAM
III.10.00 - 11.30 - Pdt. RUDY SALAM
IV. 16.00 - 17.30 - Pdt. RUDY SALAM
V. 18.00 - 19.30 - Pdt. RUDY SALAM

FATHERS HOUSE PURI SURYA JAYA :
7 SEPT 2011 : DOA MALAM
19.00 - 20.00 -

11 SEPT 2011 : IBADAH RAYA
08.00 - 10.00 - Pdt. Yohanes Sulistyo

DOA & KONSELING

Bagi jemaat yang rindu didukung dalam doa silahkan mengisi formulir doa dan masukkan dalam kotak doa.
Untuk layanan konseling dapat menghubungi :
1. Pdp. KARTIKASARI
031-70586695 ATAU SMS 0812-3541182
2. Bpk. OBED - Untuk kunjungan dan FA
031-71682891

Layanan Babtis dan penyerahan anak :
1. Bpk. DEDI - Jemaat di Pahlawan
031-8958245 atau 031.92065131
2. Bpk. RICHARD - Jemaat di Puri Surya Jaya
031-8915046

Seputar FH ..

Powered by Twitter Tools

Posts Tagged ‘Tuhan Yesus’

 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup (Yohanes 5:24)

KITA BERJALAN DENGAN IMAN BUKAN DENGAN PERASAAN

Paulus merasa di Korintus sedang diliputi oleh ketakutan dan kegentaran bahkan bimbang tentang kehidupan kekalnya. Meskipun demikian, dia tahu bahwa Tuhan Allah bersamanya. Paulus sering merasa tidak berdaya katanya dan merasa gagal di dalam hidupnya, akan tetapi hal ini tidak membuatnya mengabaikan jaminan keselamatan yang dipegangnya erat-erat. Tahukah kekasih Tuhan bahwa iblis dapat membisikan perasaan palsu tersebut ? Jika dia tidak berhasil membingungkan kita dengan kata bohongnya, dia akan terus menerus membuat perasaan kita tertekan. Bagaimanapun juga ingatlah bahwa Alkitab sudah memberitahu bahwa iblis adalah bapa dari segala dusta, dan dia sangat ahli dalam permainan ini. Seseorang bisa merasa telah diselamatkan pada suatu hari tetapi tidak pada hari berikutnya dan pada hari kemudian dia merasa keselamatan itu datang lagi. Semuanya hanya perasaan. Jika kekasih Tuhan tidak percaya pada kata-kata bohong si iblis, jangan percaya juga perasaan palsu yang dia berikan.

 

Apa yang seharusnya kita lakukan ? Jawabannya adalah pergi kepada Firman Allah. Cari ayat seperti Yohanes 5:24 baca itu sekali lagi dan sekali lagi.

 

Firman Tuhan adalah akta kelahiran kita. Tuhan berfirman bahwa kita adalah anaknya, kita punya hidup yang kekal dan Firman itu tidak pernah salah. Kita tidak akan pernah tersesat. Kita hanya tinggal percaya dan Kita HARUS PERCAYA.

 

Seorang anak kecil menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya saat masih di sekolah minggu. Guru sekolah minggu memberikannya Yohanes 5:24 kepadanya, dan dia menggaris bawahinya pada alkitab perjanjian barunya. Pada saat malam saat akan pergi tidur, dibacanya alkitabnya, berdoa dan mematikan lampu. Kemudian muncullah iblis menyodorkan berbagai macam keraguan, membisikkan bahwa dia tidak akan diselamatkan. Anak ini kemudian segera menyalakan lampu dan membaca Yohanes 5:24 kembali. Dia merasa gembira karena alkitabnya tidak berubah. Masih tertulis bahwa Ia telah memiliki hidup yang kekal. Sekali lagi dimatikan lampunya dan keraguan itu muncul kembali. Tetapi kali ini, anak ini mengatakan sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 5:24, dipegangnya alkitab perjanjian barunya di bawah tempat tidur dan berkata, “Lihat iblis, jika engkau tidak percaya kepadaku, silahkan baca sendiri : Aku telah berpindah dari maut ke kehidupan, Aku adalah anak Allah”. Secara sederhana, seperti iman anak kecil ini – terimalah janji itu dalam hidup kita hari ini.

 

Tuhan Yesus Memberkati, Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya

 

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku. untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." 

LUKAS 4:18-19

 

Kekasih Tuhan, kita adalah alat yang dipergunakan Tuhan untuk menunjukkan belaskasihanNya kepada orang-orang di sekitar kita. Di dalam injil Lukas kita melihat konsistensi Kristus akan belaskasihanNya saat Tuhan Yesus membangkitkan seorang anak muda yang telah meninggal di desa Nain.

Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"  Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

 

Kita baca bahwa Tuhan Yesus memiliki belas kasihan pada ibu yang menangis. Di negara yang sama pula Nabi besar Elia dan Elisa keduanya juga membangkitkan anak-anak yang telah meninggal yang ditangisi oleh ibunya. Hal ini terjadi 800 tahun sebelumnya.

 

Mari kita perhatikan Alkitab menuliskan bahwa Elia dan Elisa memberikan anak itu kembali kepada ibunya … dan TUHAN YESUS tepat melakukan hal yang sama pula. DIA membangkitkan anak muda dari kematian dan mengembalikan kepada ibunya.

 

Waktu 2000 tahun tidak akan membuat perbedaan kuasa dan belaskasihanNya. Generasi demi generasi telah mengalami sentuhan kesembuhan dari Tuhan. Kita mengenal sifat-sifatNya, bagaimana cara DIA bekerja. Dia seperti terang di siang hari dan tidak akan pernah padam belaskasihanNya. Cahaya belaskasihan cintaNya mematikan semua bakteri dan virus2 dari si jahat.

 

Dua ribu tahun lamanya sudah sejak DIA naik ke sorga kembali kepada Bapa .. tetapi itu tidak membuat perbedaan akan kuasa belas kasihanNya di dalam hidup kita sehari-hari. Kesembuhan kita berasal dari kuasa kebangkitanNya. DIA HIDUP UNTUK SELAMA-LAMANYA.

 

Tuhan Yesus Memberkati, Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia untuk kemuliaanNya.

 

REFERENSI :

1 Raja2 17:1-24, 2 Raja2 4:1-44, Lukas 7:11-17

Diterjemahkan dari :

Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke

 

Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. (Mazmur 104:13-15)

Pengurapan Roh Kudus adalah karunia Tuhan bagi kita.

"Pengurapan" kadang-kadang dianggap sebagai sesuatu yang terakhir bagi orang-orang yang mencari tingkat yang lebih tinggi dalam dunia kerohanian, dan ini bukan sesuatu yang baru. Dalam Perjanjian Lama, semua yang melayani Tuhan adalah orang yang diurapi. Dalam Perjanjian Baru, pengurapan ini diganti dengan baptisan Roh Kudus untuk semua orang percaya. Ada praktek dalam Perjanjian Lama meminyaki kepala domba untuk perlindungan mereka: tetapi urapan Roh, atau baptisan dengan Roh, jauh lebih dari sekedar perlindungan. Hal ini mengacu pada urapan Roh, atau baptisan dengan Roh.

Di rumah Simon orang Farisi, Yesus menggunakan bahasa mirip dengan yang di Mazmur 23, berkata, "Kau tidak mengurapi kepalaku dengan minyak." Itu adalah cara penyambutan yang berlaku pada masa itu bagi para tamu untuk mengurapi mereka dengan minyak wangi dan menyambut mereka dengan ciuman dua kali di pipi, seperti yang masih dipraktekkan di Timur sekarang. Tuhan Yesus membandingkan Simon dengan wanita tak dikenal, yang telah menuangkan minyak wangi pada kaki-Nya dan terus mencium kaki-Nya, sementara Simon tidak melakukan apa pun. Simon telah terlalu terbiasa, dan memperlakukan Tuhan Yesus dengan tidak semestinya. Pengurapan manusia dalam adat istiadat tersebut dimaksudkan untuk memberikan bau yang menyenangkan untuk para tamu dan untuk memperbaiki penampilan mereka dengan membuat wajah mereka lebih bersinar, terutama bagi yang dianggap sebagai orang yang dikagumi. Tuhan Yesus menerima pengurapan dari wanita yang menuangi-Nya minyak urapan terbaik yang bisa dibeli dengan uang.

Maria Magdalena juga mengurapi Tuhan Yesus. Minyaknya adalah narwastu, sesuatu yang harus dipersiapan lama, sesuatu yang sangat langka dan berharga. Narwastu dibawa dari India utara dengan biaya besar dan dipersiapkan dengan seni rahasia dari para parfum tersebut. Dijual di tempat panjang, yang terbuat dari alabaster, minyak ini bisa tahan selama bertahun-tahun, dan bahkan akan semakin baik kualitas dan nilainya. Ketika dibeli, mereka disimpan sebagai suatu investasi, sebagai suatu harta di dalam rumah tangga. Keharuman minyak Maria adalah begitu terasa dan kita diberitahu bahwa bau itu terasa hingga seluruh rumah. Ini adalah suatu pengorbanan yang luar biasa, suatu tindakan yang berlimpah cinta. Ini berbicara tentang kasih Allah melalui Tuhan Yesus Kristus, yang memberikan kita karunia tak ternilai berupa urapan dari Roh Kudus. Ini bukan pengalaman yang murah. Itu adalah pemberian Tuhan Allah yang terbaik. Pengurapan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk kita !

Tuhan Yesus Memberkati

Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya

 

Ayat yang dipergunakan :

Mazmur 23:5 dan 104:15

Lukas 7:36-50

Ester mengajarkan kita ada cara yang lebih baik: Pelajari cara masuk kehadirat Raja dan mengajukan permintaan pada saat keintiman.
Bacaan Kitab Suci :
1 Raja-raja 1:15-3: Batsyeba menyela suaminya, Raja Daud, untuk hidupnya dan kehidupan keluarganya. Daud saat itu yang sudah dekat dengan kematian, masih mau menyisihkan klaim raja oleh putranya yang lain dan mengangkat Salomo, anaknya dengan Batsyeba, sebagai penggantinya secara hukum.

 
Jika kita mencermati doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan, kita mungkin mandapatkan bahwa terkadang kita memohon atau membuat permintaan kepada Raja segala Raja berdasarkan tata cara resmi dan "permohonan yang umum" dari Kitab Suci. Untuk batas tertentu, ini tepat dan baik. Bagaimanapun, semuanya berjalan salah ketika kita membiarkan anggapan, motif yang salah, atau keegoisan mengkontaminasi dan tercampur dalam permohonan kita kepada Tuhan.

Read the rest of this entry »

Ester sangat membutuhkan bantuan Xerxes untuk menyelamatkan kehidupan semua orang Yahudi yang tinggal di bawah kendali Kekaisaran Persia, tapi ia juga tahu adanya bahaya untuk mengajukan pertanyaan yang tepat pada waktu yang salah. Kebijaksanaan adalah mempelajari waktu yang tepat untuk menanyakan pertanyaan yang tepat. 

Bacaan Kitab Suci :
2 Samuel 6: Daud "mengajukan pertanyaan yang sama" dua kali dengan hasil yang berbeda ketika membawa Tabut Perjanjian ke Yerusalem.

Read the rest of this entry »

Mengapa [Ratu Ester] terus menolak tawaran sampai "setengah kerajaan"? Siapa yang tidak menginginkan setengah dari Kerajaan Persia? Mungkin seseorang dengan ancaman hukuman mati yang ada di dalam kepalanya, atau seseorang yang melihat awan gelap pembersihan etnis yang kian dekat dan lebih dekat lagi – maka setengah hasil dan bahkan setengah kerajaan sekalipun tidak akan menarik.

Bacaan Kitab Suci :
Galatia 4:4-5: Tuhan sendiri menunggu sampai "genap waktunya" sebelum Dia mengutus Anak-Nya, sebagai penyelesaian lengkap-Nya untuk dunia yang telah jatuh, "untuk menebus mereka yang berada di bawah hukum Taurat, yang memungkinkan kita dapat diterima sebagai anak-anak adopsiNya."

Orang yang puas dengan kerja yang setengah-setengah, kenikmatan yang murah atau kesenangan sesaat biasanya jarang khawatir tentang waktu. Mereka menginginkan segala sesuatu secara cepat, mudah, dan bebas masalah. Padahal hal yang sebaliknya dari itulah yang sering terjadi di dalam Kerajaan Allah. Hampir mustahil untuk memotong jalan pintas dan penyelesaian yang Buy Doxycycline Online Pharmacy No Prescription Needed mudah untuk menunggu "yang terbaik" yang diberikan Tuhan Allah kecuali kita menyerahkan hidup kita untuk dipimpin oleh Roh Allah.

"Karena orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan lagi atau roh ketakutan, tetapi kamu telah menerima Roh Allah yang telah diberikan, dimana kita bisa menyerukan , ya Abba, ya Bapa ".

Dengan semua tekanan yang menekan berat pada Ratu Ester selama perjamuan pertama dan kedua -dengan ancaman hukuman mati atas kepalanya dan dengan musuhnya mengerling padanya di seberang perjamuan makan malam mereka yang intim dengan Raja – tidak ada yang akan menahannya melawan dia, dan apakah ia mengambil tawaran raja dari "setengah dari kerajaan" dan mengabaikan seruan permohonannya. Tidak satupun, inilah, kecuali Allah yang telah campur tangan yang dengan hati-hati menganugerahkan penyelesaian ilahi untuk masalah rohani yang sangat penting.

 
Ester mungkin telah berhasil membatalkan keinginan pemusnahan orang Yahudi oleh Haman, tetapi ia bahkan tidak tahu tentang plot untuk membunuh Mordekhai. Tuhan memiliki ide yang lebih baik yang akan menyelesaikan setiap masalah dengan sempurna dan permanen, tapi hanya akan terjadi jika Ester sudah memperhatikan dua hal yaitu "persembahan yang baik" untuk Tuhan "yang sangat baik."

Apakah kita sedang menghadapi masalah serius tapi merasa bahwa Tuhan Allah memiliki cara yang lebih baik ? Jangan lari dari ‘menunggu’ atau ‘beban’ yang datang dengan tetap komit untuk mencari wajah Tuhan Allah. Dia akan memberi kita kekuatan untuk tetap dapat berdiri, kesabaran untuk bertahan, dan penghargaan untuk setiap pengorbanan yang kita buat! Carilah wajah Raja, bukan tangan-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati

Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya

Doa :

Bapa, aku tidak yakin aku bisa menangani tekanan dari keterlambatan atau penantian yang setia. Aku benar-benar tergoda untuk mengambil solusi yang baru setengah dari jawaban, yang mudah dan kemudian aku bisa jalankan, tapi aku tahu lebih baik karena aku sudah mengenal Engkau. Aku menaruh pengharapanku padaMu karena aku tahu Engkau adalah Allah yang sangat peduli padaku. Aku membulatkan tekadku dan menetapkan di dalam hatiku : aku dan seisi rumahku, kami akan melayani Tuhan Allah Raja segala Raja yang Mulia.

Diterjemahkan dari : Finding Favor with The King by Pastor Tommy Tenney

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes