PERSEMBAHAN

PERPULUHAN :

Bank Central Asia ac. 822.030.4494
an. Tan Jen Mee

PEMBANGUNAN GEREJA

PAHLAWAN :
Bank Central Asia ac. 018.323.8601
an. Ellyzabet Novianti

PURI SURYA JAYA
Bank Mandiri ac. 141.000.844444.0
an. Hartono Yarman

KEGIATAN SEPEKAN

DOA PEMULIHAN :

FATHERS HOUSE PAHLAWAN :
7 SEPT 2011
19.00 - 20.00 : DOA MALAM

11 SEPT 2011 : IBADAH RAYA
I. 06.00 - 07.30 - Pdt. RUDY SALAM
II. 08.00 - 09.30 - Pdt. RUDY SALAM
III.10.00 - 11.30 - Pdt. RUDY SALAM
IV. 16.00 - 17.30 - Pdt. RUDY SALAM
V. 18.00 - 19.30 - Pdt. RUDY SALAM

FATHERS HOUSE PURI SURYA JAYA :
7 SEPT 2011 : DOA MALAM
19.00 - 20.00 -

11 SEPT 2011 : IBADAH RAYA
08.00 - 10.00 - Pdt. Yohanes Sulistyo

DOA & KONSELING

Bagi jemaat yang rindu didukung dalam doa silahkan mengisi formulir doa dan masukkan dalam kotak doa.
Untuk layanan konseling dapat menghubungi :
1. Pdp. KARTIKASARI
031-70586695 ATAU SMS 0812-3541182
2. Bpk. OBED - Untuk kunjungan dan FA
031-71682891

Layanan Babtis dan penyerahan anak :
1. Bpk. DEDI - Jemaat di Pahlawan
031-8958245 atau 031.92065131
2. Bpk. RICHARD - Jemaat di Puri Surya Jaya
031-8915046

Seputar FH ..

Powered by Twitter Tools

Posts Tagged ‘mengasihi Tuhan’

Ada beberapa yang mengasihi Dia dengan apa adanya Dia.

Bacaan Kitab Suci
Markus 12:28-34, Yesus menjelaskan bahwa perintah terutama adalah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap, hati, pikiran,  jiwa  dan kekuatan kita.

 

Picture 544 Tidak ada yang lebih menghangatkan hati orang tua selain saat menerima cinta yang tulus dan murni dari anak-anak mereka. Setiap kali salah satu dari anak perempuan kami mengatakan , "Aku cinta padamu, Ayah" sambil memberikan senyum manisnya, hati saya langsung menyerah dan meleleh. Ada sesuatu tentang kepolosan, cinta tak bersyarat pada seorang anak yang membuat orang tuanya akan melakukan segala sesuatu apapun untuknya.

 
Demikian juga Tuhan Allah hampir sama keadaanNya. Dia suka memberikan hal yang baik kepada anak-anak-Nya. Memberi adalah sifat-Nya dan Ia memberi dengan kelimpahan. Tetapi Tuhan Allah mengasihi ketika kita karena kita datang kepada-Nya dan menghabiskan waktu bersama-Nya bukan karena kita menginginkan sesuatu tetapi lebih karena kita mengasihi Dia dan ingin bersama-Nya.

Di dalam dunia, cinta biasanya datang dengan syarat : "Aku akan mencintaimu jika …" atau "Aku akan mencintaimu ketika …" atau "Aku cinta kamu karena …" Cinta tanpa pamrih dan tidak ada motif tersembunyi adalah barang langka di dunia sekarang ini. Kita sekarang akan membicarakan tentang cinta tanpa syarat, yaitu jenis cinta yang mengatakan, "Aku mencintaimu … selamanya." Ini adalah jenis cinta yang Allah tunjukan kepada kita. Itu juga merupakan jenis cinta yang Dia cari dari kita sebagai balasannya.

Katekismus Westminster, salah satu pengakuan sejarah klasik gereja, mengatakan, "akhir dari manusia adalah untuk memuliakan Allah dan memuliakan-Nya selamanya." Bagaimana kita memuliakan Tuhan? Dengan melakukan apa yang Dia telah ciptakan bagi kita untuk kita lakukan. Dan Dia menciptakan kita untuk mengasihi Dia. Mengasihi Allah lebih penting dari semua hal yang kita "lakukan" dalam sesuatu yang kita sebut dengan "bergereja." Mengasihi Allah jantung dari penyembahan.

 
Hanya sedikit orang Kristen yang pernah mencapai penyembahan tingkat ini bagi Allah. Biasanya kasih kita untuk Tuhan Allah hanya sejauh terima kasih atas apa yang Dia telah lakukan bagi kita. Tantangan sebenarnya adalah untuk terus berada di dalam atmosfer langka bagi mereka yang mengasihi Tuhan Allah sebagaimana apa adanya Dia, lepas dengan segala sesuatu yang apa dan yang telah Dia lakukan. Mencintai dan menyembah Tuhan pada tingkat ucapan syukur atas berkat dan perkenannya itu baik dan bagus. Tetapi ternyata ada tingkat yang lebih dalam lagi yaitu -tingkat pujian dan pemujaan- yang disediakan bagi mereka yang berani untuk masuk ke dalamnya. Ini adalah tingkat dimana keintiman terdalam dan persekutuan dengan Tuhan Allah terjadi. Ini adalah tingkat persahabatan sejati dengan Tuhan Allah.

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan berarti mencintai-Nya dengan segala keberadaan kita di setiap saat sepanjang hidup kita. Ini berarti menyangkal diri kita dan tenggelam dengan cinta, yang buta dan penuh semangat serta bergairah bagi Dia yang mulia. Suatu cinta yang merupakan kebahagiaan terbesar kita hanyalah berada di dalam hadirat-Nya.

 
Apakah kita siap pada tantangan ini? Berani mengambil risiko. Mari kembali ke jantung dari penyembahan. Dengan segala sesuatu keberadaan kita, kasihi Tuhan sebagaimana adanya Dia!

Tuhan Yesus Memberkati

Doa
Bapa, aku menerima panggilan untuk mengasihi Engkau dengan tanpa syarat. Aku berterima kasih kepadaMu atas semua yang telah Engkau lakukan bagiku, dan aku ingin bergerak lebih dalam lagi dari tingkat itu. Aku ingin memasuki jantung penyembahan dan cinta bagiMu seperti apa adanya Engkau yang mulia – dengan semua yang ada dalam hidupku

 

Diterjemahkan dari Finding Favor with The King by Pastor Tommy Tenney

Jadi biarkan semua musuh Mu binasa, ya Tuhan! Tetapi mereka yang mengasihi Tuhan menjadi seperti matahari ketika bersinar dengan terangnya. (Hakim 5:31)

JANGAN MENJADI ORANG KRISTEN YANG HANYA MEMPERHATIKAN DIRI SENDIRI

Roman Polanski ShipIsrael telah banyak masalah. Mereka sering ditindas oleh penjajah. Allah kemudian membangkitkan pemimpin (hakim) untuk mempersatukan dan membantu mereka membela diri. Salah satu hakim itu adalah Debora, seorang nabiah. Pada saat itu raja Kanaan, Yabin, telah mengirim pasukannya di bawah pimpinan Sisera untuk menjarah dan membunuh orang-orang Israel. Roh Allah menggerakan Debora untuk menahan serangan ini dan dengan kekuatan pesonanya dia menginspirasi orang Israel untuk bersatu di bawah kepemimpinan Barak. Masing-masing suku menerima panggilan Debora untuk bersatu dan melakukan apa yang tidak bisa mereka lakukan sendiri yaitu melawan Sisera. Sangat menarik untuk melihat masing-masing suku ini bereaksi terhadap undangan Debora. Sebenarnya cerita lama ini adalah seperti cermin yang sedang dihadapkan ke wajah gereja saat ini. Setelah kemenangan mereka, Debora bertanya dengan satu pertanyaan yang menusuk tentang suku DAN : "dan mengapa suku DAN tetap pada kapalnya?" (Saat itu suku Dan menjalankan bisnis perdagangan melalui laut bagi orang Israel, mereka membeli barang dari suatu tempat yang jauh. Kemudian berlabuh di pelabuhan dan membuka kapal mereka menjadi semacam toko untuk berjualan kepada bangsa-bangsa di Kanaan). Seolah-olah saat itu DAN sedang berada di kasir tokonya, dengan penuh perasaan puas atas usahanya. Mendadak muncul utusan dengan pesan untuk DAN yang kira-kira berbunyi :” DAN yang terkasih, Sisera sedang menjarah Israel. Kami sedang bertempur bahu-membahu dengan segala apa yang kita miliki, dan sekarang semua suku harus bersatu untuk menghadapi musuh kita. Datang dan bantulah kami segera. Saudara sesama sukumu sedang terluka dan sekarat saat ini. Segera bantu kami. Tertanda Debora (Hakim bangsa Israel) ."

DAN, si pengusaha ini sangat terharu. Dia melihat ke daratan di mana pertempuran itu sedang berlangsung, mungkin mendengar bentrokan senjata dan teriakan sekarat saudara-saudaranya. Tetapi tiba-tiba datang pikiran lain di dalam benaknya : "Jika saya pergi berperang, saya akan membahayakan perusahaan perdagangan gandum saya ini, orang Kanaan adalah juga pelanggan saya, jadi saya tidak bisa mengecewakan mereka dan saya harus tetap netral.!" Dengan buru-buru DAN memasukkan setumpuk uang ke dalam kantong utusan itu sambil mengatakan, "dengan sangat menyesal aku tidak bisa datang sendiri, tapi melalui uang ini saya berikan sumbangsih dan simpati saya. Katakan kepada Debora bahwa saya beserta dengan dia di dalam roh.." DAN kemudian melanjutkan kesibukannya terus menghitung uang tunainya, sementara saudara-saudaranya yang lain berdatangan dan bertempur sesuai undangan Debora dan Barak. Biarkan orang lain mati untuk Israel, tetapi DAN memiliki bisnis yang harus diurus. Itulah DAN di kapal yang hanya memperhatikan dirinya sendiri, mencintai dirinya sendiri dan dengan ketamakannya. Kedengarannya cerita ini seperti dunia kita sekarang ini! Apa pun yang Anda lakukan, janganlah seperti tinggal di kapal yang hanya melayani diri sendiri atau gaya hidup pribadi. Tetapkanlah standar yang lebih tinggi berdasarkan Firman Tuhan dan kehendak Dia yang mulia, dan tetaplah  berdiri di sana di samping Jehovah Nissi – Tuhan adalah panji-panjiku. Tuhanlah yang berdaulat di dalam hidup kita, pelayanan dan seluruh kegiatan kita.

Tuhan Yesus Memberkati.

Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya.

AYAT YANG DIPERGUNAKAN :

Keluaran 17:15

Lalu Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya: "TUHANlah panji-panjiku!"

Hakim-hakim 4:1-24,
5:1-31

4:1 Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN.
4:2 Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim.
4:3 Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras.
4:4 Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel.
4:5 Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya.
4:6 Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: "Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau,
4:7 dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu."
4:8 Jawab Barak kepada Debora: "Jika engkau turut maju aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju aku pun tidak maju."
4:9 Kata Debora: "Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan." Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh.
4:10 Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia.
4:11 Adapun Heber, orang Keni itu, telah memisahkan diri dari suku Keni, dari anak-anak Hobab ipar Musa, dan telah berpindah-pindah memasang kemahnya sampai ke pohon tarbantin di Zaanaim yang dekat Kedesh.
4:12 Setelah dikabarkan kepada Sisera, bahwa Barak bin Abinoam telah maju ke gunung Tabor,
4:13 dikerahkannyalah segala keretanya, sembilan ratus kereta besi, dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dari Haroset-Hagoyim ke sungai Kison.
4:14 Lalu berkatalah Debora kepada Barak: "Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah TUHAN telah maju di depan engkau?" Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia,
4:15 dan TUHAN mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki.
4:16 Lalu Barak mengejar kereta-kereta dan tentara itu Buy Brand Levitra Online Pharmacy No Prescription Needed sampai ke Haroset-Hagoyim, dan seluruh tentara Sisera tewas oleh mata pedang; tidak ada seorang pun yang tinggal hidup.
4:17 Tetapi Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, sebab ada perhubungan baik antara Yabin, raja Hazor, dengan keluarga Heber, orang Keni itu.
4:18 Yael itu pun keluar mendapatkan Sisera, dan berkata kepadanya: "Singgahlah, tuanku, silakan masuk. Jangan takut." Lalu singgahlah ia ke dalam kemah perempuan itu dan perempuan itu menutupi dia dengan selimut.
4:19 Kemudian berkatalah ia kepada perempuan itu: "Berilah kiranya aku minum air sedikit, aku haus." Lalu perempuan itu membuka kirbat susu, diberinyalah dia minum dan diselimutinya pula.
4:20 Lagi katanya kepada perempuan itu: "Berdirilah di depan pintu kemah dan apabila ada orang datang dan bertanya kepadamu: Ada orang di sini?, maka jawablah: Tidak ada."
4:21 Tetapi Yael, isteri Heber, mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah — sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya — maka matilah orang itu.
4:22 Pada waktu itu muncullah Barak yang mengejar Sisera. Keluarlah Yael mendapatkan dia dan berkata kepadanya: "Mari, aku akan menunjukkan kepadamu orang yang kaucari itu." Buy Brand Levitra Online Pharmacy No Prescription Needed Lalu masuklah Barak ke dalam dan tampaklah Sisera mati tergeletak dengan patok dalam pelipisnya.
4:23 Demikianlah Allah pada hari itu menundukkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang Israel.
4:24 Dan kekuasaan orang Israel kian keras menekan Yabin, raja Kanaan, sampai mereka melenyapkan Yabin, raja Kanaan itu.

 

5:1 Pada hari itu bernyanyilah Debora dan Barak bin Abinoam, demikian:
5:2 Karena pahlawan-pahlawan di Israel siap berperang, karena bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela, pujilah TUHAN!
5:3 Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN, bermazmur bagi TUHAN, Allah Israel.
5:4 TUHAN, ketika Engkau bergerak dari Seir, ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, juga awan tiris airnya;
5:5 gunung-gunung — yakni Sinai — bergoyang di hadapan TUHAN, di hadapan TUHAN, Allah Israel.
5:6 Dalam zaman Samgar bin Anat, dalam zaman Yael, kafilah tidak ada lagi dan orang-orang yang dalam perjalanan terpaksa menempuh jalan yang berbelit-belit.
5:7 Penduduk pedusunan diam-diam saja di Israel, ya mereka diam-diam, sampai engkau bangkit, Debora, bangkit sebagai ibu di Israel.
5:8 Ketika orang memilih allah baru, maka terjadilah perang di pintu gerbang. Sesungguhnya, perisai ataupun tombak tidak terlihat di antara empat puluh ribu orang di Israel.
5:9 Hatiku tertuju kepada para panglima Israel, kepada mereka yang menawarkan dirinya dengan sukarela di antara bangsa itu. Pujilah TUHAN!
5:10 Kamu, yang menunggang keledai betina putih, kamu, yang duduk di atas permadani, kamu, yang berjalan di jalan, ceriterakanlah hal itu!
5:11 Di tempat-tempat penimbaan air, menurut suara orang-orang yang berdendang, di sanalah orang menyanyikan perbuatan TUHAN yang adil, perbuatan-Nya yang adil terhadap orang-orang-Nya di pedusunan di Israel. Pada waktu itu turunlah umat TUHAN ke pintu gerbang.
5:12 Bangunlah, bangunlah, Debora! Bangunlah, bangunlah, nyanyikanlah suatu nyanyian! Bangkitlah, Barak! dan giringlah tawananmu, hai anak Abinoam!
5:13 Lalu turunlah para bangsawan yang terluput, umat TUHAN turun bagi-Nya sebagai pahlawan.
5:14 Dari suku Efraim mereka datang ke lembah, mengikuti engkau, ya suku Benyamin, dengan laskarmu; dari suku Makhir turunlah para panglima dan dari suku Zebulon orang-orang pembawa tongkat pengerah.
5:15 Juga para pemimpin suku Isakhar menyertai Debora, dan seperti Isakhar, demikianlah Naftali menyertai Barak. Mereka menyusul dia dan menyerbu masuk lembah. Tetapi pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan.
5:16 Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!
5:17 Orang Gilead tinggal diam di seberang sungai Yordan; dan suku Dan, mengapa mereka tinggal dekat kapal-kapal? Suku Asyer duduk di tepi pantai laut, tinggal diam di teluk-teluknya.
5:18 Tetapi suku Zebulon ialah bangsa yang berani mempertaruhkan nyawanya, demikian juga suku Naftali, di tempat-tempat tinggi di padang.
5:19 Raja-raja datang dan berperang, pada waktu itu raja-raja Kanaan berperang dekat Taanakh, pada mata air di Megido, tetapi perak sebagai rampasan tidak diperoleh mereka.
5:20 Dari langit berperang bintang-bintang, dari peredarannya mereka memerangi Sisera.
5:21 Sungai Kison menghanyutkan musuh, Kison, sungai yang terkenal dari dahulu kala itu. — Majulah sekuat tenaga, hai jiwaku! —
5:22 Ketika itu menderaplah telapak kuda, karena berpacu lari kuda-kudanya.
5:23 "Kutukilah kota Meros!" firman Malaikat TUHAN, "kutukilah habis-habisan penduduknya, karena mereka tidak datang membantu TUHAN, membantu TUHAN sebagai pahlawan."
5:24 Diberkatilah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, melebihi perempuan-perempuan lain, diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang di dalam kemah.
5:25 Air diminta orang itu, tetapi susu diberikannya; dalam cawan yang indah disuguhkannya dadih.
5:26 Tangannya diulurkannya mengambil patok, tangan kanannya mengambil tukul tukang, ditukulnya Sisera, dihancurkannya kepalanya, diremukkan dan ditembusnya pelipisnya.
5:27 Dekat kakinya orang itu rebah, tewas tergeletak, dekat kakinya orang itu rebah dan tewas, di tempat ia rebah, di sanalah orang itu tewas, digagahi.
5:28 Dari jendela ibu Sisera menjenguk dan berseru dari tingkap: "Mengapa keretanya tak kunjung datang? Mengapa kereta-keretanya belum kedengaran?"
5:29 Yang paling bijak di antara dayang-dayangnya menjawabnya, dan ia sendiri juga membalas perkataannya itu:
5:30 "Bukankah mereka mendapat jarahan dan membagi-baginya, gadis seorang dua untuk setiap orang jarahan kain berwarna sehelai dua untuk Sisera, jarahan kain sulaman aneka warna sehelai dua untuk leherku?"
5:31 Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.

BACAAN ALKITAB SETAHUN :

PAGI 1 Tawarikh 17; James 4
SORE Yunus 1; Lukas 6

Diterjemahkan dari Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke

Enhanced by Zemanta

By Pdp. Kartikasari

Ayat Bacaan  YOHANES 21 : 15 – 17

Bacaan tersebut menceritakan tentang Tuhan Yesus dan murid- muridnya. Setelah makan Tuha Yesus bertanya kepada Simon Petrus, “ Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini ?”. Dan pertanyaan ini diulang sampai 3 kali oleh Yesus. Hal ini melambangkan tentang suatu pernyataan yang mendalam untuk kita, supaya kita mengerti arti dari suatu hidup yang berkemenangan. Yesus memberikan pesan yang

Read the rest of this entry »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes