Posts Tagged ‘kedatangan Tuhan’
KEDATANGAN TUHAN
Pdt. Abraham Alex T.
Kisah Para Rasul 1:6-11
Saudara, Firman Tuhan diatas menegaskan bahwa Yesus yang terangkat ke sorga meninggalkan kita, akan kembali dengan cara yang sama seperti Dia naik ke sorga. Yesus harus naik ke sorga untuk mempersiapkan tempat bagi mereka yang percaya dan setia kepadaNya (Yohanes 14:3)
Ada beberapa hal yang perlu kita pahami mengenai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya, yaitu :
Yang pertama; Tuhan Yesus datang kembali sebagai juru selamat. Ia akan membawa orang-orang yang percaya kepadaNya untuk turut masuk dalam kebahagiaan yang sudah dipersiapkan.
Yang kedua; Yesus datang sebagai raja di atas segala raja untuk menjemput kita selaku anak-anak raja, karena kita adalah warga kerajaan sorga. Untuk itu posisi ini harus kita pertahankan dan jangan sampai hilang.
Yang ketiga; Yesus datang sebagai hakim untuk menghakimi seluruh umat manusia. Dia akan memisahkan antara kambing dan domba; antara gandum dan ilalang untuk diberi ganjaran sesuai dengan posisi mereka masing-masing. Oleh karena itu jangan sampai kita menjadi kambing atau ilalang, karena domba dan gandumlah yang akan mendapatkan berkat Tuhan.
Yang keempat; Yesus datang sebagai mempelai pria, dan kita sebagai mempelai wanita tidak boleh ada cacat dan celah. Untuk itu, apabila saat ini kita masih menikmati cinta Tuhan, marilah kita membalas kasihNya dengan sebaik-baiknya.
Dari keempat hal ini apabila dikaitkan dengan I Petrus 2:9, akan mengandung pengertian bahwa: Jikalau Yesus datang sebagai juru selamat maka kita adalah bangsa yang terpilih, dan apabila Yesus datang sebagai raja, maka kita adalah imamat yang rajani. Jikalau Tuhan datang sebagai hakim, maka kita adalah bangsa yang kudus, sedangkan apabila Tuhan datang sebagai mempelai, maka kita adalah umat kepunyaan Allah sendiri.
Oleh karena itu, tindakan apa yang harus kita lakukan? Kita harus bersiap sedia dan berjaga-jaga (Lukas 12:35-36), yang dapat diaplikasikan dalam bentuk sikap berdoa. Orang yang berdoa itu sama seperti seorang yang menanti-nantikan tuannya yang sedang bepergian, dan hal itu merupakan sikap yang paling baik. Mengapa? Karena sewaktu-waktu tuan itu mengetuk pintu untuk masuk, maka kita akan segera membukakan. Selain itu, berjaga-jaga tidak hanya mengandung pengertian waspada terhadap kedatanganNya yang kedua kali, tetapi siap sedia membuka pintu hati kita untuk mempersilahkan Dia masuk dalam diri kita dan bergaul dengan kita, maka ada sukacita yang besar. Sehingga pada akhirnya kita disebut sebagai orang yang berbahagia (Lukas 12:37-38)
Untuk itu janganlah kita menjadi seperti lima gadis yang bodoh, yang tidak siap sedia membawa minyak. Tetapi jadilah seperti lima gadis yang bijaksana, yang selalu mempersiapkan minyaknya (menggambarkan bahwa Roh Kudus harus tetap ada dalam diri kita sampai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya). Supaya, apabila mempelai itu datang, maka pelita kita akan tetap menyala (Matius 25:1-13), dan kita layak untuk masuk dalam pesta Anak Domba Allah.
Amin
TUJUAN KERJA KAMI
Tetapi sekarang Kristus telah bangkit dari antara orang mati, dan telah menjadi yang sulung dari orang-orang yang telah jatuh tertidur. Oleh karena satu orang datang kematian, oleh manusia juga datang kebangkitan orang mati. Karena seperti oleh karena Adam, semua orang mati, demikian dalam Kristus, semua orang akan dihidupkan kembali.(1 Korintus 15:20-22)
Segera Aku akan menjadi seperti Dia, segera setelah aku bisa melihat Dia sebagaimana apa adanya Dia
Sembilan orang yang menulis Kitab Suci Kristen Perjanjian Baru semua berbicara tentang kedatangan kembali Kristus, dan itu adalah harapan yang memberi arti iman mereka dan tujuan untuk pekerjaan mereka. Penulis utama, Paulus, menuliskan banyak hal secara detail tentang : bagaimana Kristus akan muncul … apa yang Dia akan lakukan … bagaimana keadaan dunia akan menjadi. Dia menulis lebih dari tiga pasal kepada jemaat di Korintus bab 15, dan menjadikan kedatangan TUHAN Yesus sebagai batu penjuru di masa depan. Berikut adalah beberapa kata-katanya :
Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci. Dia bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Seperti oleh karena Adam, semua orang harus mati, demikian juga oleh karena Kristus, semua orang akan memperoleh hidupnya kembali, tetapi masing-masing dalam urutannya sendiri. Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu orang-orang sebagai milik Kristus pada kedatangan-Nya.
Ketika ia memberitakan kepada kaum intelektual di Athena – maka di kota terbesar terpelajar di bumi – ia berkata, “Allah telah menetapkan suatu hari di mana Ia akan menghakimi dunia dalam kebenaran, oleh manusia yang Dia telah ditahbiskan. Dia telah memberi jaminan ini untuk semua, dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati. ”
Yohanes adalah orang yang paling dekat kepada Kristus dari pad siapa pun, dan ia meletakan pengharapannya pada kedatangan Kristus. Dia menulis: “Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, dan belum terungkap apa yang kita harus menjadi, tetapi kita tahu bahwa ketika Ia dinyatakan, kita akan seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia sebagai mana apa adanya Dia.”
Selain itu, Yohanes menulis Kitab Wahyu – atau “pewahyuan” – dengan dua puluh satu bab dari ramalan yang bersangkutan dengan kembalinya Kristus sebagai Tuhan atas segala raja. Berakhir dengan kutipan kata-kata Yesus: “Dia yang memberi kesaksian ini berkata,” Sesungguhnya aku datang segera. ” Ini adalah janji Allah bagi kita sekalian!
Tuhan Yesus Memberkati
Ayat yang dipergunakan :
| Kisah Para Rasul 17:31 | Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati.” |
| I Korintus 15:1-58 | Kebangkitan Kristus, Kebangkitan kita dan Kebangkitan Tubuh |
| I Yohanes 3:1-3 | Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. |
| Wahyu 22:20 | Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: “Ya, Aku datang segera!” Amin, datanglah, Tuhan Yesus! |
Bacaan Alkitab Setahun :
| PAGI | Imamat 8 dan Mazmur 9 |
| SORE | Amsal 23 dan I Thesalonika 2 |
Diterjemahkan dari : Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
MENJELANG KEDATANGAN TUHAN
Oleh : Pdt. Samuel D. Wijaya
Saat-saat ini berita kedatangan Tuhan semakin sering didengungkan. Menjelang kedatangan Tuhan yang semakin mendekat, bagi kita anak-anak Tuhan yang terpenting adalah senantiasa WASPADA dan sepanjang hari masih siang bersikap BERJAGA-JAGALAH. Apapun yang terjadi, jangan kita menjadi takut karena ketakutan akan merontokkan iman kita (MATIUS 24 : 3 – 14)
Saudara, mari kita introspeksi diri kita masing-masing; saat ini apa yang menjadi fokus hidup kita ? Apakah kita hanya memikirkan diri sendiri saja? Ataukah kita sudah melakukan sesuatu untuk Tuhan serta hidup untuk melakukan yang Tuhan mau ? Waktunya sudah sangat singkat. Yang terpenting adalah berinvestasilah untuk Tuhan. Dan bangkitlah menjadi pribadi-pribadi yang dewasa dalam Tuhan bersama dengan Roh Kudus. Hiduplah senantiasa melekat kepada-Nya supaya kita mengerti kehendak-Nya.
Menjelang kedatangan Tuhan, ada 3 hal yang perlu kita waspadai supaya jangan sampai hal ini yang terjadi pada kita (MATIUS 24 : 15 – 20)
1. Generasi yang mandul (ayat 19)
“Celakalah ibu-ibu (lambang gereja Tuhan, sebagai institusi maupun pribadi kita masing-masing) yang sedang hamil (belum melahirkan anak/berbuah) atau sedang menyusui ‘bayi-bayi’ (belum dewasa)
2. Generasi yang dingin (ayat 20)
“Musim dingin” adalah sikap yang apatis atau tuli/mati secara rohani (Matius 11:15–17). Hal ini dapat terjadi jika hanya berfokus pada diri sendiri sehingga kita lebih mengasihi dunia daripada Tuhan. Solusinya seperti yang tertulis pada Roma 12:1-2 (Persembahkan hidupmu sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan bagi Tuhan dan jangan menjadi serupa dengan dunia ini)
3. Generasi keagamawian (ayat 20)
“Hari sabat” adalah ibadah yang hanya mementingkan secara lahiriah/ sebatas pandangan orang saja, tetapi tidak menikmati perjumpaan/persekutuan pribadi dengan Tuhan (Kolose 2:22-23)
Tuhan Yesus Memberkati.
Download materi FA di atas :
Share this post :
![]()

![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_a.png?x-id=e53023e3-ed08-47a6-a3e4-15682130150c)