Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir (Ibrani 6:19)
Untuk "melihat dan percaya" berarti melihat Yesus mencicipi kematian bagi setiap orang percaya
Orang banyak sudah berkali-kali menginginkan Yesus untuk menjadi Raja di tanah Yahudi dan menaklukkan tentara pendudukan Romawi yang kurang mereka sukai, tetapi Yesus selalu menolak. Murid-muridNya tidak berjuang untuk menjadikan Dia menjadi Tuhan duniawi. Dia punya cara yang lain! Yaitu membiarkan dirinya dipaku dan tak berdaya dan dengan ini Yesus bahkan telah menaklukkan komandan pasukan tentara Romawi yang bertugas untuk melakukan eksekusi. Dalam waktu tiga ratus tahun kemudian, Roma sendiri akhirnya ditaklukkan – bukan oleh kekuatan kaki bersepatu bot kekuatan militer – tetapi oleh darah kaki Yesus yang tergantung di kayu salib. Kaisar Romawi terakhir, Julian, mencoba untuk mengembalikan kebiasaan yang lama yaitu penyembahan terhadap dewa-dewa, akan tetapi rupanya gelombang pasang yang ditimbulkan oleh kematian Kristus terlalu berkuasa untuk dilawan. Julian berseru dengan penuh putus asa, "Oh Galilea kamu telah ditaklukkan!" Salib berdiri cepat, sebuah "jangkar jiwa” telah ditegakkan. Kiasan ini ditemukan dalam Ibrani: “Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya”.
Kekasih Tuhan ada sebuah mekanisme keamanan pelayaran zaman dahulu saat suatu kapal akan memasuki atau mendekati daerah pelabuhan di saat hari gelap. Seorang pelaut – yang disebut "pemandu" – akan naik terlebih dahulu ke perahu kecil dengan membawa jangkar dan tali yang dihubungkan dengan badan kapal. Sambil mendayung menuju pelabuhan ia akan memainkan jangkar dan talinya untuk menduga-duga kedalaman perairan yang dilaluinya supaya apabila kapal akan bersandar nantinya tidak akan kandas. Hingga akhirnya perahu pendahulu mencapai pantai dan pelaut akan menancapkan jangkarnya di daratan. Di pagi hari saat terang kapal sudah tidak memerlukan layar untuk bergerak. Para awak kapal tinggal menarik tali jangkar sehingga perlahan tetapi pasti dan tidak bakal kandas kapal akhirnya bisa merapat ke pelabuhan
Pelaut "pendahulu" kita adalah Tuhan Yesus Kristus, yang telah masuk melalui tabir dan membuat jangkar untuk jalur bersandar ke pelabuhan. Keselamatan kita sudah dipastikan seperti sebagaimana para pelaut yang tidak bisa melihat jalur ter-aman menuju pelabuhan. Kristus sudah tidak terlihat lagi oleh kita … Dia sudah berada di "darat" dalam kemuliaanNya dan “kita terhubung dengan iman untuk turut dimuliakan oleh karena Dia”. Hari demi hari tali itu akan semakin pendek dan menarik kita untuk lebih dekat dan lebih dekat lagi dengan pemandu kita. Akhirnya kita akan mencapai pantai Surga … dan apa yang akan kita lihat? Yesus sang pemandu agung kita telah menunggu untuk menyambut dan menyapa kita, karena di mana Dia berada, di situ juga Dia akan membawa kita. Iman adalah tali yang akan menghubungkan kita dan pada akhirnya akan membawa kita kepada Pemandu Agung kita. Iman inilah jaminan kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Ayat yang dipergunakan :
| Yohanes 14:3 | Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada |
| Ibrani 6:19-20 |
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, Buy Viagra Online Pharmacy No Prescription Needed yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. |
Bacaan Alkitab Setahun :
| PAGI | Keluaran 18 dan Lukas 22 |
| SORE | Ayub 36 dan II Korintus 6 |
Diterjemahkan dari : Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
