Ajari aku, ya TUHAN, supaya Aku berjalan dalam kebenaranMu,teguhkan hatiku untuk takut akan namaMu (Mazmur 86:11)
Keluarga kami akan lebih mengikuti contoh perilaku daripada kata-kata kami. Oleh karena itu, kami akan berusaha untuk hidup di dalam firmanMu
Tidak semua orang saleh di dalam Alkitab memiliki anak yang saleh, seperti ditandai oleh imam besar Eli dan Samuel. Akan tetapi mungkin contoh yang paling menonjol dari kebenaran yang menyedihkan ini dapat ditemukan dalam kehidupan kepribadian sejarah terbesar Israel yaitu Raja Daud. Salah seorang putranya, Absalom, membunuh kakaknya, Amnon, untuk tindakan jahatnya terhadap kakak perempuannya yaitu Tamar. Dari satu tindakan yang jahat ini kemudian diikuti dengan kejahatan yang lain. Absalom yang manja mencoba mengambil takhta dari Daud, yang berakhir dengan kematiannya sendiri dalam perang sipil yang ia mulai. Di saat menjelang akhir hidupnya ini, Raja Daud mengetahui bahwa Absalom belumlah tewas saat upaya untuk merebut tahta secara ilegal. Tragedi diikuti dengan tragedi … akan tetapi satu hal bahwa Daud adalah seorang pria yang menempatkan keinginannya di bawah kehendak Allah!
Ketika berita dibawa ke Daud bahwa Absalom telah dibunuh, dia lupa diri, menangis, menangis dengan suara keras: "Hai anakku Absalom – anakku, anakku Absalom – kalau saja aku bisa mati menggantikanmu Oh Absalom,! Anakku, anakku! " Daud melihat dirinya sendiri di dalam anaknya. Daud merasa dirinya bukanlah orang yang setia kepada Allah, Daud sudah membunuh panglimanya – seorang yang setia dan orang yang baik dan mencuri istri yang cantik dan yang dicintai panglimanya. Daud memang kemudian menuliskan dalam kitab Mazmur pertobatan dan penyesalannya – akan tetapi ia sudah memberikan contoh yang tidak benar bagi Buy Cialis Professional Online Pharmacy No Prescription Needed Absalom. Kalimat penyesalan Daud sering terdengar hingga hari ini. "Kalau saja aku bisa mati menggantikanmu" – dengan kalimat ini Daud sebenarnya menyalahkan keadaan dan situasi. Karakter Daud yang kompleks terbukti sangat berpengaruh di dalam perilaku setiap anggauta keluarganya. Mereka perlu dihadapkan kepada hukum yang lebih besar, yaitu kepada Firman Tuhan, supaya mereka patuh untuk melakukan seperti yang diperintahkanNya.
Jika kita sudah berdoa dengan keluarga kita, hal ini tidaklah cukup. Maksud dan metode Tuhan Allah adalah terletak di dalam Firman Allah. Firman ini berbicara lebih keras dari pada kesaksian. Tuhan Allah berada di pihak kita ketika kita mulai membuat keluarga dan bahkan kumpulan keluarga dari keluarga. Kita sekarang sedang ditugaskan untuk membantu menciptakan keluarga Allah di Surga dan di bumi. Ini adalah cara dan fokus-Nya. Kita harus meneguhkan hati untuk selalu mengikuti dan berjalan di dalam kepenuhan kebenaranNya setiap hari!
Tuhan Yesus Memberkati.
AYAT YANG DIPERGUNAKAN :
|
2 Samuel 18:33 |
Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: "Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!" |
|
Mazmur 86:1-17 |
86:1 Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. |
Bacaan Alkitab Setahun :
| PAGI | Bilangan 32 dan Mazmur 77 |
| SORE | Yesaya 24 dan I Yohanes 2 |
Diterjemahkan dari : Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
