Ketika sidang itu melihat keberaian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; danmereka mengenal keudanya sebagai pengikut Yesus (Kis 4:13)
Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan Roh-Ku, firman Tuhan semesta alam.
Bumi pada dua ribu tahun yang lalu adalah tempat yang liar. Banyak terjadi pertumpahan darah, nafsu yang tak terkendali dan kebencian-kebencian yang fanatik. Kesenangan utamanya pada masa itu adalah percabulan, penyembahan berhala, dan kegemaran terburuk dari itu semua adalah kekejaman. Orang banyak menganggap bahwa mendengarkan jeritan orang yang disiksa dan sekarat sebagai hari yang indah. Pada kondisi seperti ini para murid harus membawa Injil kepada dunia … dan Injil yang berpusat pada kekejaman yang sudah diderita oleh Tuhan Yesus Kristus. Masa dan kondisi itu juga menjadi sebuah tempat untuk belajar banyak hal. Pengaruh besar pemikir Yunani yang kuat sedang rajin-rajinnya mencari gagasan-gagasan baru. Saat itu para murid tidak menawarkan ide-ide baru yang radikal … hanya cerita sederhana tentang Mesias yang sudah disalibkan. Petrus, Yakobus, Yohanes, Simon, dan Thomas yang tidak canggih dan terdidik – mereka bahkan berbicara dengan aksen Galilea yang menunjukkan daerah terbelakang! Galilea adalah kota yang sangat berlawanan dengan keanggunan. Apa harapan Kekristenan yang tersisa di tangan beberapa orang kasar ini, sudah tdk seperti seorang sarjana, nelayan, mempunyai sifat iri satu dengan yang lain dan penuh keraguan? Jadi, memikirkan orang-orang ini dan dunia mereka, sepertinya Injil tampak ditakdirkan untuk gagal sejak awal – tidak ada harapan untuk berkembang. Dua belas orang lokal, yang tidak pernah bepergian ke luar Israel sebelumnya, sekarang ditugaskan untuk pergi ke seluruh Kekaisaran Romawi yang menaklukkan para tentara yang sudah menaklukkan daerah itu, untuk menggoncangkan kaisar di atas takhtanya, dan untuk mengubah sifat suku-suku liar pada daerah kekuasaannya.
"Tetapi Petrus berdiri dengan kesebelas, mengangkat suaranya dan berkata kepada mereka, ‘Orang-Orang Yudea dan semua yang diam di Yerusalem, biarkan ini diketahui kepada Anda, dan perhatikanlah kata-kata saya. Karena ini tidak mabuk, seperti yang Anda kira , tetapi ini adalah apa yang diucapkan oleh nabi Yoel: Dan itu akan terjadi pada hari-hari terakhir, kata Allah, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku pada semua anak manusia … dan itu akan terjadi bahwa siapa pun yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. "
Tidak diragukan lagi, Yesus telah mengantisipasi kedua-belas orang tersebut menjadi penakluk dunia, dan Ia mempercayakan kepada dua belas orang pekerja keras, beberapa dari mereka adalah nelayan atau petani yang sangat sederhana – akan tetapi Yesus memberikan jalur hubungan pribadi antara diriNya dan gereja yang perkasa yang akan datang. Inilah rahasia kekuatan pengikut Kristus yaitu pemberdayaan oleh Roh Kudus sejak hari Pentakosta. Nah, apa yang kekasih Tuhan takutkan pada hari-hari ini? Kekasih Tuhan sudah diberdayakan oleh Roh Kudus!
Tuhan Yesus Memberkati
Silahkan dibaca ayat-ayat berikut :
| Zakaria 4 : 6 | Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam |
| Kisah Para Rasul 2:14-21 | Khotbah Petrus |
| Kisah Para Rasul 4:1-31 | Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama |
| Kisah Para Rasul 17:1-34 | Keributan di Tesalonika |
| I Korintus 4 :1-21 | Tuhan adalah satu-satunya hakim Rendahkanlah dirimu |
Bacaan Alkitab Setahun :
| PAGI | Kejadian 49 dan Lukas 2 |
| SORE | Ayub 15 dan I Korintus 3 |
Diterjemahkan dari Mark My Word by Reinhard Bonnke

![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_a.png?x-id=691bedf9-4df5-446f-82b0-087e350c0417)