Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Ikutlah Aku, dan Aku akan membuat engkau menjadi penjala manusia." (Matius 4:19)
Terima kasih, Tuhan, bahwa Engkau telah memanggil kami untuk menjadi penjala manusia.
Para murid tidak duduk manis di tepi sungai yang tenang, mencoba umpan ini dan yang lain dan menunggu hasilnya. Mereka adalah nelayan yang terbiasa menggunakan jaring. Galilea adalah perairan mereka – dan danau itu cukup ganas. Angin menyapu menuruni bukit, meraup air mengangkatnya hingga dekat tempat merka tidur di perahu. Badai di danau Galilea bahkan menakutkan bagi para pelaut yang berpengalaman. Dalam pikiran mereka, perairan akan menjadi unsur asing – sebuah jurang di mana monster dan setan mengintai, di mana angin menjerit dan menangis seperti jiwa yang hilang. Setiap bagian-bagian laut kemudian akan terbangun suatu takhayul. Laut disebutkan hampir lima ratus kali dalam Alkitab dan biasanya sebagai tempat yang menakutkan. Terdapat tulisan di Mazmur yang menceritakan tentang orang-orang yang berseru kepada Allah untuk menyelamatkan mereka, dari lemparan tingginya gelombang dan dibawa jauh ke kedalaman pada saat gelombang merendah. Laut seolah-olah menjadi suatu pasukan yang tidak dapat dikendalikan. Itu adalah elemen purba yang selalu menghantui, hantu dan setan atau seolah tempat orang mati. Para nelayan-rasul dengan berani menerjang Laut Galilea, tetapi itu adalah pergumulan untuk mengambil sesuatu yang hidup dari kedalaman lautan.
Dalam Alkitab, laut merupakan gambaran bangsa-bangsa. Yesus merujuk kepada laut dan deru ombak, orang-orang yang sibuk, bersaing dan berebut serta hidup tertekan. Laut melambangkan waktu manusia yang belum mengenal Tuhan Allah. "Orang fasik adalah seperti laut yang airnya bermasalah …menimbulkan lumpur dan sampah." Laut itu adalah sesuatu yang mengerikan dan mengancam. Semuanya menjadi satu dan bersama-sama : kemudian para rasul dikirim menjadala ikan di negara-negara yang menakutkan, menghadapi bahaya besar tengah perairan yang belum dipetakan. Mereka pernah menangkap ikan dari Laut Galilea yang sedang bergejolak – akan tetapi sekarang mereka harus menjadi penjala manusia dari lautan bangsa-bangsa yang ‘pemarah’. Akan ada badai dan korban. Angin dan arus dunia akan bertentangan dengan Buy Brand Levitra Online Pharmacy No Prescription Needed mereka. Kadang-kadang gelombang dari angin pegunungan mengancam untuk menelan mereka. Semuanya yang begitu mengerikan itu, akan tetapi mereka akan tetap menjadi penjala manusia! Dan untuk itulah kita ditugaskan oleh-Nya pada hari ini.
Tuhan Yesus Memberkati
AYAT YANG DIGUNAKAN :
| Yesaya 57:20 |
Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. |
| Matius 4:18-19 |
4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. |
| Lukas 21:25 |
"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. |
Bacaan Alkitab Setahun :
| PAGI | Yosua 22 dan Kisah Para Rasul 2 |
| SORE | Yeremia 11 dan Matius 25 |
Diterjemahkan dari Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
