Archive for the ‘Saat Teduh’ Category
Tuhan Yesus berfirman: "Jika kamu dapat percaya, maka semua hal bisa terjadi bagi mereka yang percaya.” (Markus 9:23)
Saat aku percaya, maka segala sesuatu bisa mungkin terjadi.
Mujizat yang terjadi akhir-akhir ini selalui diragukan. "Bahasa lidah sekarang pasti berbeda dengan bahasa lidah pada saat Hari Pentakosta” .. “ Malaikat itu memang ada dulu, dan sekarang tinggal khayalan belaka” .. “Mujizat di alkitab memang benar-benar terjadi tetapi itu dahulu dan sekarang tidak lagi” .. “Dua ratus tahun yang lalu telah terjadi kebangunan rohani yang sungguh-sungguh dan sekarang kalau terjadi sudah berkurang kualitasnya.” Para pengkritik berfikir bahwa orang Kristen tidak berdoa seperti yang seharusnya seperti orang-orang Kristen legendaris di masa lalu. "Dahulu memang banyak raksasa di bumi ini, tetapi orang-orang Kristen sekarang adalah seperti kurcaci.” Sungguh kuno dan tegar tengkuk pemikiran ini. Seperti yang Tuhan Yesus katakan : "Hai kamu orang yang kurang percaya .. berapa lama lagi Aku harus bersama-sama dengan kamu ?
Ketika Tuhan Yesus pergi ke kubur Lazarus dan mulai melakukan apa yang Dia ingin lakukan, Dia memerintahkan untuk menggulingkan batu penutup mulut gua kubur. Martha yang masih terkejut mengajukan protes, “Tuhan pasti kubur itu sudah berbau karena sudah dikuburkan beberapa hari yang lalu.” Jawaban Tuhan kemudian akan selalu berdering di telinga-telinga, berdentang menghancurkan pesimisme dan seperti hujan yang dinantikan bagi tanah yang kering yaitu “ JIKA KAMU PERCAYA, MAKA KAMU AKAN MELIHAT KEMULIAAN TUHAN !!”
Hanya karena ragu-ragu, maka kita tidak akan bergerak selangkahpun, apalagi menggoyangkan gunung. Hari itu, Tuhan melakukan mujizat yang sungguh mengherankan yang pernah disaksikan, Lazarus berjalan keluar muncul dari gua kuburnya.
Tuhan Allahnya Musa dan Elia tidak dibelakang kita, tetapi ada di depan kita !! Kita mungkin tidak dapat melihatNya. Tetapi Dia telah membawa kita kepada kemuliaan demi kemuliaan bersama dengan Roh KudusNya. Pesannya kepada kita sangat tajam dan jelas …. “Segala sesuatu sangat mungkin terjadi bagi mereka yang percaya!”
Tuhan Yesus Memberkati, Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya.
Mark my Word
Matius 6:30, 17:17; Markus 9:23; Yohanes 11:39-40
Bacaan alkitab setahun :
Morning
Bilangan 24; Mazmur 66, 67
Evening
Yesaya 14; 1 Petrus 2
Diterjemahkan dari : Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Korintus 5:21)
Yang kuinginkan adalah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya.
Tuhan Allah yang mengasihi kita seutuhnya juga adalah Dia yang empunya kuasa di alam semesta raya ini. Dia adalah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu melalui kuasa firmanNya. Alkitab juga menuliskan bagi kita bahwa Tuhan Yesus, adalah anak Allah, yang menyinarkan kemuliaan Tuhan Allah.
Tergantung di kayu salib, Tuhan Yesus nampak seolah tidak berkuasa. Ditertawakan oleh khalayak ramai, disiksa oleh para tentara, ditinggalkan oleh teman-temanNya, mati perlahan-lahan karena kehilangan darah – Tuhan Yesus sepertinya benar-benar putus harapan. Tetapi di salib itulah kuasa dari Tuhan Allah benar-benar dibagi-bagikan dan muncul.
"Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun …. dan orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata, “Aha ! Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah dirimu dan turunlah dari salib. Demikian juga diperbuat imam-imam kepala mengolok-olokan Dia diantara mereka sendiri, katanya, “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Kristus, Raja Israel, turun sekarang dari salib, biarlah kita melihat dan menjadi percaya.With Him they also crucified two robbers … and those who passed by blasphemed Him, wagging their heads and saying: ‘Aha! You who destroy the temple and build it in three “ Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.
Salah satu cara untuk menggambarkan lepasnya kuasa Allah adalah melalui teori energi nuklir. Di dalam setiap atom, maka ion positif dan negatif disatukan terikat satu sama lain dalam keseimbangan. Akan tetapi saat atom itu terpisah, saat ion positif dipisahkan dengan ion negatif maka energinya akan dilepaskan, yang bermanfaat untuk menghancurkan ataupun untuk membangun sesuatu. Seperti inilah yang telah terjadi di kayu salib. Tergantung di sana, Tuhan Yesus mengalami dalam dirinya dua energy yang berlawanan, di sisi negatif adalah dosa-dosa kita dan disisi positif adalah Kasih Tuhan. Tuhan Yesus adalah kudus, putra Allah yang sempurna, harus tergantung di kayu salib, Dia telah dibuat “berdosa karena kita.” Disanalah Dia menjadi pusat dimana kejahatan dan kebaikan dipertemukan.
Akhirnya, Tuhan Yesus dijatuhkan vonis sebagai orang jahat, dimana kejahatan akhirnya memisah dan dijauhkan serta mulai melepaskan kuasa baru yaitu kebaikan dan kebangkitan. Kejahatan, kematian, perasaan bersalah dan ketakutan telah ditaklukan, dimana bersamaan dengan hal tersebut terjadi kuasa Allah mulai dilepaskan dan diimpartasikan bagi semua yang memintanya. Di dalam tiga hari, kuasa ini menjadi tindakan, ketika Kristus dengan kemuliaanNya bangkit dari kematian. Tuhan Yesus Kristus hidup sampai sekarang, bukankah ini berita yang dahsyat dan luar biasa. Mari kekasih Tuhan keluar dari lingkungan kita dan bagikan berita kesukaan ini kepada orang-orang yang kekasih Tuhan cintai hari ini. Tuhan Yesus Memberkati.
Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya.
Baca Firman Tuhan :
Markus 15:27-32; 2 Korintus 5:21; Filipi 3:10; Ibrani 1:3
Bacaan Alkitab Setahun :
Pagi
Bilangan 19; Mazmur 56, 57
Sore
Yesaya 8-9:7; Yakobus 2
Di dalam rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakanya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke temat-Ku, supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada. (Yohanes 14:2-4)
Berita tentang penyaliban Kristus adalah suatu kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang sudah diselamatkan Salib adalah kuasa Tuhan Allah.
Kisah tentang Tuhan Yesus tidak berakhir di kayu salib. Jika berakhir di situ maka salib hanyalah menjadi simbol kehancuran dan keputusasaan belaka. Kabar sukacitanya adalah Tuhan Yesus tidak hanya menghancurkan kuasa dosa pada saat penyaliban, tetapi Tuhan Yesus juga menghancurkan kuasa atas kematian. Pada hari yang ke tiga, Tuhan bangkit kembali dari kematian mengalahkan kegelapan, kematian dan iblis :
dan kemudian terjadi suatu gempa bumi yang besar, dan seorang malaikat Tuhan turun dari sorga, datang dan menggulingkan batu penutup kubur dan duduk di atasnya …… Dan para penjaga melihatnya dengan ketakutan dan seolah-olah menjadi orang mati. Tetapi malaikat itu menjawab dan berkata kepada para wanita, “Jangan takut, aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang sudah disalibkan. Dia tidak disini, karena dia telah bangkit seperti yang Dia firmankan. Mari, lihat tempat dimana Tuhanmu dibaringkan ….
Yesus, tukang kayu dari Nazareth, mengubah kayu salib menjadi pintu kepada kehidupan. Inilah inti yang terdalam dari Kabar Kesukaan. SALIB memiliki kuasa untuk mengubahkan kita. Dari yang tidak berarti menjadi kehidupan yang penuh arti, dari segala sesuatu yang negatif menjadi sesuatu yang positif.
Di salib, kegelapan berubah menjadi terang, kematian menjadi kehidupan, kebencian menjadi cinta, ketakutan menjadi iman, putus asa menjadi sukacita, putus harapan menjadi kepenuhan … dan neraka menjadi Sorga.
Tuhan Yesus hidup !! Dia ada bersama kita sekarang, untuk membalikan setiap kutuk dan menghancurkan pekerjaan jahat si iblis. Para pendosa mendapatkan ampunan. Orang sakit disembuhkan. Orang yang putus hubungan dengan Tuhan Allah dipulihkan kembali. Yang melawan kuasa kebangkitan Kristus di kayu salib yaitu si kuasa jahat pasti dipatahkan. Inilah sebabnya mengapa Salib adalah lambang dari iman Kristen. Semuanya kembali kepada Tuhan Yesus. Tidak ada seorang pendiri ataupun pemimpin dari agama yang lain berani menggunakan simbol ini karena mengandung arti sesuatu yang mereka sendiri belum pernah melakukannya.
Tidak seorangpun selain Kristus yang disalibkan karena dosa-dosa dunia. Belum ada seorangpun yang bangkit dari kematian selain Tuhan Yesus Kristus. Tidak ada seorangpun yang bisa memberikan penyelesaian untuk keputusasaan yang kita butuhkan. Hanya Tuhan Yesus yang bisa melakukan ini semua. Seperti yang Tuhan pernah firmankan, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup, tidak ada yang akan sampai kepada Bapa selain melalui Aku.” Hampiri salib Tuhan Yesus – salib bukan simbol kematian, tetapi transformasi janji Allah yang akan mengubahkan segala yang buruk menjadi yang baik.
Tuhan Yesus Memberkati – Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya.
AYAT YANG DIPERGUNAKAN :
Matius 28:1-20; Yohanes 14:1-6; 1 Korintus 1:18
BACAAN AYAT ALKITAB SETAHUN :
PAGI :
Bilangan 17, 18; Mazmur 55
SORE :
Yesaya 7; Yakobus 1
Diterjemahkan dari : Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
Allah Roh Kudus sendiri yang turut berdiam dan bersaksi di dalam roh kita sehingga kita disebut anak-anak Allah (Roma 8:16)
SURAT CINTA DARI TUHAN TERUKIR JAUH DI DALAM LUBUK HATIKU
Suatu ketika kami mendengar seseorang berkata bahwa Roh Kudus adalah “sekretaris dari Trinitas.” Setelah kami merenung tentang hal ini, kami setuju. Pekerjaan seorang sekretaris adalah mengkomunikasikan hasil keputusan dari dewan terhadap seseorang. Dan sekarang setelah kita menerima Tuhan Yesus sebagi penyelamat, maka Roh Kudus akan segera bertindak. Seolah sesuatu surat yang resmi muncul, dimanapun kita, di muka pintu hati kita dengan tulisan sebagaimana berikut :
Kepada ………………….. (tulis nama kekasih Tuhan disini),
AKU telah ditugaskan oleh Bapa dan Anak untuk memberitahukan bahwa dosamu sudah diampuni dan dilupakan seperti yang telah tertulis di Kolose 2:14 – “dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib”
Kemudian, AKU telah ditugaskan untuk membuat kamu tahu bahwa namamu sudah tertulis dalam Kitab Anak Domba di sorga; seperti yang tertulis dalamLukas 10:20 – “Bersukacitalah sebab namamu telah tertulis di Sorga”
AKU akan membantumu untuk tetap setia hingga kesudahan seperti yang tertulis di dalam Wahyu 2:10 – “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan”.
Suatu mahkota yang tidak akan rusak dan sebagai pemberian yang telah menanti kekasih Tuhan di Sorga. I Petrus 1:3-5 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
Akhirnya, kutekankan kepadamu sekali lagi “tetaplah kuat di dalam Tuhan dan di dalam kuat kuasaNya” (lihat Efesus 6:10)
Dari yang terpercaya dan penolong yang menyertaimu selamanya (Yohanes 14:16) dan atas nama Trinitas,
ALLAH ROH KUDUS
Diterjemahkan dari Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup (Yohanes 5:24)
KITA BERJALAN DENGAN IMAN BUKAN DENGAN PERASAAN
Paulus merasa di Korintus sedang diliputi oleh ketakutan dan kegentaran bahkan bimbang tentang kehidupan kekalnya. Meskipun demikian, dia tahu bahwa Tuhan Allah bersamanya. Paulus sering merasa tidak berdaya katanya dan merasa gagal di dalam hidupnya, akan tetapi hal ini tidak membuatnya mengabaikan jaminan keselamatan yang dipegangnya erat-erat. Tahukah kekasih Tuhan bahwa iblis dapat membisikan perasaan palsu tersebut ? Jika dia tidak berhasil membingungkan kita dengan kata bohongnya, dia akan terus menerus membuat perasaan kita tertekan. Bagaimanapun juga ingatlah bahwa Alkitab sudah memberitahu bahwa iblis adalah bapa dari segala dusta, dan dia sangat ahli dalam permainan ini. Seseorang bisa merasa telah diselamatkan pada suatu hari tetapi tidak pada hari berikutnya dan pada hari kemudian dia merasa keselamatan itu datang lagi. Semuanya hanya perasaan. Jika kekasih Tuhan tidak percaya pada kata-kata bohong si iblis, jangan percaya juga perasaan palsu yang dia berikan.
Apa yang seharusnya kita lakukan ? Jawabannya adalah pergi kepada Firman Allah. Cari ayat seperti Yohanes 5:24 baca itu sekali lagi dan sekali lagi.
Firman Tuhan adalah akta kelahiran kita. Tuhan berfirman bahwa kita adalah anaknya, kita punya hidup yang kekal dan Firman itu tidak pernah salah. Kita tidak akan pernah tersesat. Kita hanya tinggal percaya dan Kita HARUS PERCAYA.
Seorang anak kecil menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya saat masih di sekolah minggu. Guru sekolah minggu memberikannya Yohanes 5:24 kepadanya, dan dia menggaris bawahinya pada alkitab perjanjian barunya. Pada saat malam saat akan pergi tidur, dibacanya alkitabnya, berdoa dan mematikan lampu. Kemudian muncullah iblis menyodorkan berbagai macam keraguan, membisikkan bahwa dia tidak akan diselamatkan. Anak ini kemudian segera menyalakan lampu dan membaca Yohanes 5:24 kembali. Dia merasa gembira karena alkitabnya tidak berubah. Masih tertulis bahwa Ia telah memiliki hidup yang kekal. Sekali lagi dimatikan lampunya dan keraguan itu muncul kembali. Tetapi kali ini, anak ini mengatakan sebagaimana yang tertulis dalam Yohanes 5:24, dipegangnya alkitab perjanjian barunya di bawah tempat tidur dan berkata, “Lihat iblis, jika engkau tidak percaya kepadaku, silahkan baca sendiri : Aku telah berpindah dari maut ke kehidupan, Aku adalah anak Allah”. Secara sederhana, seperti iman anak kecil ini – terimalah janji itu dalam hidup kita hari ini.
Tuhan Yesus Memberkati, Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku. untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
LUKAS 4:18-19
Kekasih Tuhan, kita adalah alat yang dipergunakan Tuhan untuk menunjukkan belaskasihanNya kepada orang-orang di sekitar kita. Di dalam injil Lukas kita melihat konsistensi Kristus akan belaskasihanNya saat Tuhan Yesus membangkitkan seorang anak muda yang telah meninggal di desa Nain.
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Kita baca bahwa Tuhan Yesus memiliki belas kasihan pada ibu yang menangis. Di negara yang sama pula Nabi besar Elia dan Elisa keduanya juga membangkitkan anak-anak yang telah meninggal yang ditangisi oleh ibunya. Hal ini terjadi 800 tahun sebelumnya.
Mari kita perhatikan Alkitab menuliskan bahwa Elia dan Elisa memberikan anak itu kembali kepada ibunya … dan TUHAN YESUS tepat melakukan hal yang sama pula. DIA membangkitkan anak muda dari kematian dan mengembalikan kepada ibunya.
Waktu 2000 tahun tidak akan membuat perbedaan kuasa dan belaskasihanNya. Generasi demi generasi telah mengalami sentuhan kesembuhan dari Tuhan. Kita mengenal sifat-sifatNya, bagaimana cara DIA bekerja. Dia seperti terang di siang hari dan tidak akan pernah padam belaskasihanNya. Cahaya belaskasihan cintaNya mematikan semua bakteri dan virus2 dari si jahat.
Dua ribu tahun lamanya sudah sejak DIA naik ke sorga kembali kepada Bapa .. tetapi itu tidak membuat perbedaan akan kuasa belas kasihanNya di dalam hidup kita sehari-hari. Kesembuhan kita berasal dari kuasa kebangkitanNya. DIA HIDUP UNTUK SELAMA-LAMANYA.
Tuhan Yesus Memberkati, Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia untuk kemuliaanNya.
REFERENSI :
1 Raja2 17:1-24, 2 Raja2 4:1-44, Lukas 7:11-17
Diterjemahkan dari :
Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke

