Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Dengan manusia hal itu tidak mungkin, akan tetapi tidak bila dengan Allah, karena dengan Allah segala sesuatu mungkin." (Markus 10:27)
Ketika Tuhan meminta untuk melakukan hal yang mustahil, kita tahu Dia akan membekali dengan kuasa-Nya dan kemampuan untuk memenuhi tugas
Gereja-gereja pada zaman peristiwa Pentakosta menunjukkan bahwa Yesus masih hidup. Bukti bahwa Yesus ada dalam hidupnya seharusnya selalu terlihat dan tinggal tetap dalam gereja itu sendiri – yang ditunjukkan oleh semangat, cinta dan vitalitasnya. Aku hidup. Orang hidup cenderung untuk muncul! Demikian juga keinginan Tuhan Yesus adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Dia masih hidup di dalam setiap gerejaNya. Ketika gereja menghabiskan waktunya untuk mencoba membuktikan bahwa Yesus dibangkitkan, orang tentu akan berpikir: "Kalau Yesus masih hidup, mengapa mereka harus mencurahkan begitu banyak usaha dan alasan untuk membuktikan hal ini ? Bukankah hal ini sudah jelas.?" Kasih sayang dan kerelaan untuk menderita, dan segala kualitas yang tak tertandingi dari segala kebaikan di dalam Kristus yang hanya Dia yang dapat memberikan seharusnya nyata-nyata terlihat di setiap gerejanya, sebagai bukti yang jelas dan terlihat.
"Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”
Ketika Yesus memberikan Amanat Agung, Ia sedang berbicara dengan dua belas orang saja – dua belas orang nelayan yang sangat biasa seperti orang kebanyakan dan tidak ‘berpendidikan’. Pasti terdengar sebagai sebuah tugas yang keterlaluan! Tidak ada seorang rajapun, juga tidak seorang tiranipun yang pernah berharap pada sekelompok kecil orang seperti ini. Tetapi Yesus melakukan ini. Kita akan dapat mengenal Yesus yang sejati karena permintaanNya yang mustahil ini. Itu adalah cara bagaimana kita dapat mengidentifikasi Dia. Itulah Tuhan Yesus kita setiap waktu, yang menugaskan kita untuk melakukan apa yang di luar kemampuan alami kita. Membunuh Goliat … Jadilah raksasa, bukan belalang! … Memindahkan gunung! … Jadilah sempurna! … Berjalan di atas gelombang! … Menyembuhkan Buy Amoxil Online Pharmacy No Prescription Needed orang-orang kusta! … Membangkitkan orang mati! … Ajar semua bangsa! … Memberitakan Injil kepada segala makhluk! Gagasan yang dibebani dengan tugas Amanat Agung tanpa kekuatan Pentakosta adalah sesuatu yang sia-sia. Setiap kali Tuhan Yesus memberikan tugas yang mustahil, Dia pasti ada di sana juga – Kristus yang hidup – untuk memungkinkan segala sesuatunya. Itulah prinsip hidup bersama dengan Yesus – semua kemuliaan bagi Allah Tuhan yang mulia ! Haleluya!
Tuhan Yesus Memberkati
AYAT YANG DIPERGUNAKAN :
| Markus 10:23-31 |
10:23 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." |
BACAAN ALKITAB SETAHUN :
| PAGI | 2 Samuel 1 dan 1 Korintus 12 |
| SORE | Yehezkiel 10 dan Mazmur 49 |
Diterjemahkan dari Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke

