Akulah Gembala yang Baik, dan Aku mengenal domba-domba-Ku … Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-dombaKu. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawaKu untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari Aku, tetapi Aku memberikannya menurut kehendakKu sendiri. Aku berkuasa untuk memberikannya, dan aku berkuasa untuk mengambilnya kembali. (Yohanes 10:14-18)
Bapa, bawa aku keluar dari "zona kenyamanan" dan tempatkan aku di suatu tempat di mana isi hatiMu yang penuh dengan belas kasihan berdetak-detak di dalam hatiku, berikanku keinginan yang lebih besar untuk memperhatikan mereka yang terhilang.
Cerita dalam Keluaran 32 adalah episode aneh, tetapi menunjukkan kepada kita hati seorang perantara yang benar. Israel telah berhasil melarikan diri dari Mesir dan menyaksikan tampilan yang sangat luar biasa kemahakuasaan yang membuat Allah secara fisik tampak dekat dengan mereka. Menjulang tinggi di hadapan mereka sekarang adalah Gunung Sinai, dengan awan kemuliaan Allah menyembunyikan Musa, yang telah naik dan sedang berbicara dengan Allah. Orang-orang berpikir bahwa Musa telah meninggalkan mereka. Dengan jalan pikiran yang sederhana bercampur dengan takhayul Mesir dan dewa-dewa, sehingga mereka membuat anak lembu emas untuk memimpin mereka kembali ke Mesir.
Tuhan berkata bahwa Ia akan mengakhiri mereka karena peristiwa yang memprihatinkan ini dan akan membentuk suatu bangsa baru lagi melalui Musa. Rasa belas-kasihan Musa mengalahkan kemarahannya dan ia memohon bagi bangsa yang oleh Allah disebut "bangsa yang tegar tengkuk." Musa memohon dengan menyebut mereka sebagai "umatMu," bahkan menambahkan, "Oh, orang-orang ini telah melakukan suatu dosa yang besar …kiranya Engkau mengampuni dosa mereka – tetapi jika tidak, aku berdoa dan kiranya hapuskanlah aku dari kitabMu." Kalimat inilah yang membuat Musa gagal di dalam kekuatan ledakan belas kasihannya. Dia menawarkan diri untuk dibinasakan sebagai penebusan dosa bagi bangsa Israel.
Penawaran Musa ditolak karena hanya Anak Allah saja yang bisa menebus dosa. Inilah perantara yang sesungguhnya.
Musa tidak dikehendaki untuk melakukannya. Dia telah membawa suku yang “aneh” ini untuk menjadi suatu bangsa sama seperti wanita melahirkan seorang anak ke dunia. Mereka membuatnya patah hati, tapi masih membela mereka dari bencana yang tak terelakkan oleh karena kebodohan mereka sendiri. "Tidak ada cinta yang lebih besar daripada memberikan hidup bagi teman-temannya." Apakah kita kesal dengan seorang teman atau saudara yang belum selamat? Mari kita berdoa bagi mereka! Mereka tidak memerlukan bagian dari pikiran kita – mereka membutuhkan Tuhan Yesus melalui doa-doa yang tulus dari hati kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Ayat yang dipergunakan :
|
Keluaran 32 |
32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia." |
|
Yohanes 10:14-18 |
10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku |
|
Yohanes 15:13 |
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. |
Bacaan Alkitab Setahun :
| PAGI | Imamat 26 dan Mazmur 33 |
| SORE | Pengkhotbah 9 dan Titus 1 |
Diterjemahkan dari : Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
