Hukum Tuhan adalah sempurna, mengubah jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, membuat bijak orang yang tidak berpengalaman (Mazmur 19:8)
Tidak ada dan tidak akan ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus Yesus, Tuhan kita
Dua kali dalam bab pertama dari Wahyu, Allah menyebut diri-Nya, "Dia yang telah." "Allah yang" adalah bagaimana setengah dunia berpikir tentang-Nya: Dia yang menciptakan langit dan bumi … dan telah menciptakan segala sesuatu hingga detail yang terkecil sekalipun. Terbatas pada gagasan tersebut, orang Mesir kuno dahulu mungkin juga memiliki iman kepada Firaun Tutankhamun. Mungkinkah Allah yang sangat kreatif itu sekarang seperti menetap atau tinggal diam saja untuk menjadi Allah sepanjang masa, sejak masa lalu, kemudian hanya duduk di surga dengan tangan-Nya dilipat di atas pangkuan-Nya? Setelah Dia mengisi langit yang kosong dengan keindahan yang mengagumkan… dan kemudian pergi tidur? Bila kita bawa kepada perspektif manusia bisakah salah satu dari kita membangun sebuah rumah dan kemudian meninggalkannya? Mungkinkah Tuhan mengabaikan alam semesta ciptaan-Nya sendiri?
"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." pertanyaannya tentu adalah, "Mengapa Tuhan melakukan hal semacam itu?" Dia tidak melakukannya untuk menyenangkan yang lain – karena tidak ada yang lain, selain hanya Dia sendiri! Dia menyenangkan dirinya sendiri ketika Dia melakukannya. Dia tidak diwajibkan untuk melakukannya. Dia tidak ditekan. Apa yang seseorang ingin melakukan karena mereka menginginkan itulah yang menunjukkan seperti apa adanya yang mereka. Jika kita duduk di dalam kamar, menutup pintu dan memainkan organ, itu menunjukkan kesenangan kita sendiri. Ini akan memberitahu orang bahwa itu adalah kita, karena kita senang dengan musik. Karena kita senang musik maka kita akan memainkannya. Tuhan Allah membuat bintang-bintang berkilauan dan membentuk planet-planet seperti apa yang Dia ingin lakukan. "Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala menunjukkan hasil karya-Nya." Itulah yang dituliskan di awal Mazmur 19, sebagai kekaguman Daud kepada Allahnya. Inilah kemuliaan Tuhan Allah – lebih dari sekedar kemegahan alam semesta – inilah dunia semesta raya yang dengan senang Dia ciptakan, Dia lebih dari segalanya, Sang Pencipta dari pada segala penciptaan.
Ilmu pengetahuan modern sering menganalisa segala sesuatu terpisah-pisah dengan detail, seperti misalnya menganalisa suara biola dalam sebuah komposisi. Mari kita bayangkan Allah sedang berdiri, merenung, mengamati kita seperti sekelompok anak-anak sedang membuka kaos kaki berisi hadiah Natal, sedangkan Dia dengan sabar sedang menunggu untuk mengasihi kita. Ayah sering dilupakan demi mainan Natal! Allah kemudian menarik selembar kertas kosong di meja-Nya, berpikir, dan kemudian merancang segala sesuatu yang kita lihat di sekitar kita. Segala macam ciptaan dibentuk dari kebesaran-Nya sendiri – Dan Dia adalah Allah yang mengasihi kita sekarang dan selamanya!
Tuhan Yesus Memberkati
AYAT YANG DIPERGUNAKAN :
| Kejadian 1:1 |
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. |
| Mazmur 19:1-14 |
19:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. |
| Roma 8:38-39 |
8:38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, |
| Wahyu 1:4 & 8 | Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." |
| PAGI | Ulangan 32 dan Mazmur 119:121-144 |
| SORE | Yesaya 59 dan Matius 7 |
Diterjemahkan dari Mark My Word Daily by Reinhard Bonnke
