Archive for October, 2011
Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu. Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia. (Mazmur 104:13-15)
Pengurapan Roh Kudus adalah karunia Tuhan bagi kita.
"Pengurapan" kadang-kadang dianggap sebagai sesuatu yang terakhir bagi orang-orang yang mencari tingkat yang lebih tinggi dalam dunia kerohanian, dan ini bukan sesuatu yang baru. Dalam Perjanjian Lama, semua yang melayani Tuhan adalah orang yang diurapi. Dalam Perjanjian Baru, pengurapan ini diganti dengan baptisan Roh Kudus untuk semua orang percaya. Ada praktek dalam Perjanjian Lama meminyaki kepala domba untuk perlindungan mereka: tetapi urapan Roh, atau baptisan dengan Roh, jauh lebih dari sekedar perlindungan. Hal ini mengacu pada urapan Roh, atau baptisan dengan Roh.
Di rumah Simon orang Farisi, Yesus menggunakan bahasa mirip dengan yang di Mazmur 23, berkata, "Kau tidak mengurapi kepalaku dengan minyak." Itu adalah cara penyambutan yang berlaku pada masa itu bagi para tamu untuk mengurapi mereka dengan minyak wangi dan menyambut mereka dengan ciuman dua kali di pipi, seperti yang masih dipraktekkan di Timur sekarang. Tuhan Yesus membandingkan Simon dengan wanita tak dikenal, yang telah menuangkan minyak wangi pada kaki-Nya dan terus mencium kaki-Nya, sementara Simon tidak melakukan apa pun. Simon telah terlalu terbiasa, dan memperlakukan Tuhan Yesus dengan tidak semestinya. Pengurapan manusia dalam adat istiadat tersebut dimaksudkan untuk memberikan bau yang menyenangkan untuk para tamu dan untuk memperbaiki penampilan mereka dengan membuat wajah mereka lebih bersinar, terutama bagi yang dianggap sebagai orang yang dikagumi. Tuhan Yesus menerima pengurapan dari wanita yang menuangi-Nya minyak urapan terbaik yang bisa dibeli dengan uang.
Maria Magdalena juga mengurapi Tuhan Yesus. Minyaknya adalah narwastu, sesuatu yang harus dipersiapan lama, sesuatu yang sangat langka dan berharga. Narwastu dibawa dari India utara dengan biaya besar dan dipersiapkan dengan seni rahasia dari para parfum tersebut. Dijual di tempat panjang, yang terbuat dari alabaster, minyak ini bisa tahan selama bertahun-tahun, dan bahkan akan semakin baik kualitas dan nilainya. Ketika dibeli, mereka disimpan sebagai suatu investasi, sebagai suatu harta di dalam rumah tangga. Keharuman minyak Maria adalah begitu terasa dan kita diberitahu bahwa bau itu terasa hingga seluruh rumah. Ini adalah suatu pengorbanan yang luar biasa, suatu tindakan yang berlimpah cinta. Ini berbicara tentang kasih Allah melalui Tuhan Yesus Kristus, yang memberikan kita karunia tak ternilai berupa urapan dari Roh Kudus. Ini bukan pengalaman yang murah. Itu adalah pemberian Tuhan Allah yang terbaik. Pengurapan Roh Kudus adalah karunia Tuhan untuk kita !
Tuhan Yesus Memberkati
Sidoarjo, Jawa Timur dan Indonesia bagi kemuliaanNya
Ayat yang dipergunakan :
Mazmur 23:5 dan 104:15
Lukas 7:36-50
