Archive for November, 2009
Pdt. Abraham Alex Tanuseputra
Mari kita melihat salah satu sifat, kuasa maupun kemampuan daripada Roh Allah yang memberikan jaminan atas hidup kita, yaitu terdapat dalam II Timotius 1:7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”. Sebagai contoh adalah dari kisah Yehezkiel yang membangkitkan tulang-tulang yang kering (Yehezkiel 37:1-10). Yehezkiel bener-benar mengetahui bahwa Allah sanggup atau memiliki kekuatan untuk melakukan segala sesuatu, termasuk tulang yang keringpun dapat dibangkitkan (dihidupkan).
Saudara, kekuatan yang menyertai Yehezkiel bukankah juga telah diberikan kepada kita melalui kuasa Roh Kudus yang tinggal dalam kehidupan kita ? Untuk itu janganlah kita takut, kuatir, gentar Buy Cialis Professional Online Pharmacy No Prescription Needed maupun putus asa, sebab Roh yang ada dalam diri kita lebih besar dari segala kekuatan yang ada di dalam dunia ini. Inilah saatnya kita bertindak untuk membangkitkan tulang-tlang yang kering (baik ekonomi, bisnis, rumah tangga, kerohanian ataupun pelayanan). Jangan tunda-tunda kesempatan untuk menghidupakn atau membangkitkan manusia-manusia rohani yang gagah perkasa untuk mengalahkan dunia yang penuh kejahatan dan kegagalan. Seperti halnya apabila kita membaca dalam Wahyu maka kita akan menemukan tujuh jemaat telah mendapat peringatan dari Tuhan supaya mereka bertobat, sebab dari ketujuh gereja yang ada dalam Wahyu ini menjadi gereja yang mati.
Saudara, melalui beberapa contoh dan penjelasan di atas biarlah hal tersebut membangkitkan semangat kita dalam menjalani hidup ini, karena Roh Kudus yang ada dalam diri telah sanggup mem-back-up seluruh kehidupan kita, khususnya untuk melakukan rencana dan pekerjaan Tuhan yang besar.
Share this post :

![]()
Saat kita mengenal Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan raja, kita mengalami proses kelahiran baru. Mulai saat itu pula kita dimeteraikan oleh Roh Kudus untuk menjadi anak-anak Allah, dan setelah itu kita dibaptis oleh Roh Kudus, dan selanjutnya kita akan dipenuhi oleh Roh Kudus.
Saudara, Roh Kudus merupakan pribadi Allah yang maha kuasa; namun kerapkali kita melecehkan, mendukakan atau bahkan melawanNya. Mungkin timbul pertanyaan : “kapankah aku melakukan semuanya itu ?” ketika kita hendak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan Roh Kudus mengingatkan melalui firman yang telah kita baca atau kita dengar melalui hamba Tuhan, tetapi kita tidak mentaatinya. Untuk itu perlu kita sadari bahwa sejak kita percaya pada Yesus Kristus maka kita menjadi Buy Brand Levitra Online Pharmacy No Prescription Needed milikNya dan berada dalam rencanaNya yang besar. Oleh sebab itu, bagaimana mungkin kita dapat menentang Roh Kudus yang telah mem-back up kita untuk tetap dalam rencana Tuhan dan melakukan pekerjaanNya ?.
Kata back up disini menunjukkan adanya suatu jaminan yang menyangkut kehidupan kita; baik secara rohani maupun jasmani. Dan orang yang mendapat dukungan atau ditopang (di-back up) oleh sesuatu yang lebih besar dari kemampuannya, maka orang tidak akan pernah mengalami takut atau kuatir. Oleh karena itu, kita tidak perlu gentar atau takut dalam menghadapi segala pergumulan dalam hidup ini, karena kita sudah ditetapkan menjadi pemenang, bahkan lebih dari pemenang.
Mari kita melihat salah satu sifat, kuasa maupun kemampuan daripada Roh Allah yang memberikan jaminan atas hidup kita, yaitu terdapat dalam II Timotius 1:7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”. Sebagai contoh adalah dari kisah Yehezkiel yang membangkitkan tulang-tulang yang kering. (Yehezkhiel 37:1-10). Yehezkhiel benar-benar mengetahui bahwa Allah sanggup atau memiliki kekuatan untuk melakukan segala sesuatu, termasuk tulang yang keringpun dapat dibangkitkan (dihidupkan).
Saudara, kekuatan yang menyertai Yehezkhiel bukankah juga telah diberikan kepada kita melalui kuasa Roh Kudus yang tinggal dalam kehidupan kita?. Untuk itu janganlah kita takut, kuatir, gentar maupun putus asa; sebab Roh yang ada dalam diri kita lebih besar dari segala kekuatan yang ada di dalam dunia ini. Inilah saatnya kita bertindak untuk membangkitkan tulang-tulang yang kering (baik itu ekonomi, bisnis, rumah tangga, kerohanian atau pelayanan). Jangan tunda-tunda kesempatan untuk menghidupkan atau membangkitkan manusia-manusia rohani yang gagah perkasa untuk mengalahkan dunia yang penuh kejahatan dan kegagalan. Seperti halnya apabila kita membaca di dalam Wahyu maka kita akan menemukan tujuh jemaat telah mendapat peringatan dari Tuhan supaya mereka bertobat, sebab dari ketujuh gereja yang ada dalam Wahyu ini menjadi gereja yang mati.
Saudara, melalui beberapa contoh dan penjelasan diatas biarlah membangkitkan semangat kita dalam menjalani hidup ini, karena Roh Kudus yang ada dalam diri telah sanggup mem-back up seluruh kehidupan kita, khususnya untuk melakukan rencana dan pekerjaan Tuhan yang besar. Amin.
MENGUCAP SYUKUR – KUNCI MENERIMA MUJIZAT Buy Amoxil Online Pharmacy No Prescription Needed ALLAH
AYAT BACAAN : MATIUS 15 : 32 – 39
“Mengucap Syukur” adalah suatu kata yang pastilah amat sangat sering didengar dan diucapkan oleh anak-anak Tuhan. Tetapi mari kita sama-sama renungkan, benarkah ucapan syukur tersebut benar-benar keluar dari hati kita (bukan sekedar ucapan bibir belaka) dan benar-benar kita imani? Firman Tuhan katakan ”jadilah seperti yang engkau imani…” Di tengah situasi/kondisi yang secara akal manusia tampaknya ‘mustahil’, akan tetapi percayalah jika kita mengucap syukur kita akan melihat dan mengalami mujizat Allah.
A. Dalam hal apa kita harus mengucap syukur ?
1 Tesalonika 5 : 16 – 18 … ‘dalam segala hal’…
Efesus 5 : 20 …’atas segala sesuatu’…
Berarti, kita harus mengucap syukur bukan hanya atas hal-hal baik/berkat/ keberuntungan yang kita terima, tetapi dalam keadaan yang ‘belum baik’ sekalipun kita harus belajar untuk bisa tetap sungguh-sungguh mengucap syukur. (Berikan kesaksian)
B. Dengan cara apa kita mengucap syukur ?
1. Tidak bersungut-sungut ? ucapkan kata-2 yang positif
1 Korintus 10 : 10; Yesaya 29 : 24
2. Tidak iri dengan kesuksesan / berkat yang diterima orang lain
Matius 20 : 10 – 15; Yakobus 3 : 14
3. Mengucap syukur atas apa yang ada, walaupun ‘kecil’ sekalipun
Matius 15 : 36 – 37; Matius 25 : 21
C. Mengapa kita harus senantiasa mengucap syukur???
Karena kita sudah menerima hal yang terutama yang Yesus sudah anugerahkan bagi setiap kita yang percaya kepadaNya, yaitu anugerah keselamatan yang membawa kita kepada kehidupan kekal dan setiap kita telah menerima warisan Kerajaan Allah. (1 Korintus 4 : 16 – 18, Yohanes 3 : 16, Roma 8 : 18)
Percayalah, bahwa dibalik hal-hal yang belum baik yang mungkin saat ini sedang terjadi/menimpa kehidupan kita, Tuhan sudah sediakan rancangan yang penuh berkat dan damai sejahtera. Pertolongan-Nya selalu datang tepat pada saatnya. Karena itu, jangan jemu-jemu mengucap syukur dan kita akan menerima mujizat-Nya . AMIN
Untuk download silahkan klik link di bawah ini :
KETAKUTAN
2 TIMOTIUS 1 : 7
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”
Setiap manusia pasti pernah mengalami ketakutan dalam hidupnya. Tetapi Tuhan Yesus memerintahkan kita melalui Firmannya, supaya kita JANGAN TAKUT. Karena, ketakutan menunjukkan ketidakpercayaan kita kepada Tuhan, dan ketidakpercayaan ini merupakan dosa di mata Tuhan.
Saudara, Tuhan kita adalah Allah yang selalu konsekuen. Jika Dia memerintahkan kita untuk TIDAK TAKUT, Dia pasti akan memberikan kesanggupan kepada kita untuk melakukannya. Dia sudah memberikan fasilitasnya bagi kita, yaitu seperti tertulis dalam 2 Timotius 1 : 7 diatas, Dia memberikan bagi kita Roh yang membangkitkan :
1. KEKUATAN / KUASA (Kisah Para Rasul 1:8)
Setiap kita anak-anak Tuhan sudah diberikan kuasa oleh Tuhan. Tetapi yang seringkali jadi penyebab kita kehilangan kuasa atau menjadi penghalang sehingga kuasa tersebut tidak mengalir dalam hidup kita adalah jika kita masih menyimpan dosa, serta sikap kita yang hanya berfokus pada diri sendiri (= tidak mengasihi Tuhan). Kadangkala memang Tuhan ijinkan permasalahan datang dalam kehidupan kita, justru dengan tujuan supaya kita dapat mengalami kuasa (mujizat) Allah itu mengalir dalam kehidupan ktia.
2. KASIH (1 Yohanes 4:18)
Jika kita memiliki dan mengasihi Tuhan yang adalah sumber dari segala sumber kasih, harusnya tidak ada lagi ketakutan / kekuatiran dalam hidup kita, karena kasih itu selalu didasari oleh kepercayaan. Dia akan menyediakan segala yang terbaik bagi mereka yang mengasihi Dia (Matius 6 : 32-33; Roma 8 : 28). Dan tandanya bahwa kita mengasihi Tuhan adalah dengan mengasihi sesama. (1 Yoh 4 : 19-21)
3. KETERTIBAN dalam pikiran (Roma 12:2 ; Filipi 4:8)
Janganlah kita menjadi serupa (=setuju) dengan dunia ini. Milikilah pikiran yang senantiasa diberbarui oleh Roh Tuhan, yaitu dengan cara selalu diisi dengan Firman-Nya.
AMIN.
by. Pdt. Herman Pangalo
BACAAN : LUKAS 6 : 46 – 49
Saudara, dari ayat Alkitab diatas, kita membaca mengenai 2 macam dasar bangunan, yang mana hal ini berbicara mengenai kualitas pembangunan rumah rohani kita. Tuhan Yesus rindu setiap kita punya kualitas rumah rohani yang baik (=kokoh), dimana kualitas tersebut ditentukan oleh pondasi / dasarnya.
Pada ayat 48 kita baca bahwa bangunan dengan kedua macam dasar tersebut sama-sama mengalami datangnya banjir dan air bah yang melanda. Hal ini berbicara mengenai datangnya persoalan/permasalahan, yang dapat dialami oleh orang benar sekalipun, karena seperti tertulis dalam Firman Tuhan bahwa jika kita ikut Yesus, ada waktunya kita harus pikul salib dan mengalami penderitaan. Tetapi bedanya, jika kita memiliki dasar bangunan rumah rohani yang kokoh, kita akan tampil sebagai penakluk dan lebih dari pemenang.
Dala Lukas 6 : 46 – 47 dijelaskan bahwa untuk yang dikatakan punya dasar rumah rohani yang kokoh adalah orang-orang yang mendengar Firman Tuhan serta melakukannya, dengan cara :
1. Mentaati Firman Tuhan (Yakobus 1 : 22)
2. Menyelaraskan diri dengan Firman Tuhan (Filipi 1 : 27)
3. Menjadikan Firman Tuhan sebagai kompas (Mazmur 105 : 5)
4. Menjadikan Firman Tuhan sebagai pagar tembok atas diri kita (Mazmur119: 9)
5. Menjadikan Firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam hidup (Matius 4 : 1 -11)
6. Percaya bahwa Firman Tuhan adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (Roma 1 : 16)
Orang yang senantiasa melakukan Firman Tuhan, kerohaniannya akan selalu stabil. Ia tidak akan lekang oleh panas (= tetap kuat saat persoalan / percobaan melanda) dan tidak akan lapuk oleh hujan (= tetap setia, tidak undur dari Tuhan saat menikmati hujan berkat)
AMIN



![Reblog this post [with Zemanta]](http://img.zemanta.com/reblog_e.png?x-id=70ee68b8-6ce2-4a16-9186-e60b4d14e564)